Pekerja Bangunan Ungkap Penyebab Gedung SDN Rawa Buntu 3 Goyang: Terlalu Banyak Pasir

Kepala Sekolah SDN Rawa Buntu 3 sempat mengatakan, bahwa gedung kerap goyang ketika diterpa angin besar.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Pekerja bangunan yang merenovasi gedung tiga lantai SDN Rawa Buntu 3, menemukan kejanggalan pada konstruksi gedung yang disebutnya terlalu banyak menggunakan pasir.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, SDN yang berlokasi di kecamatan Serpong itu sedang direnovasi karena banyak bagian sekolah yang rusak.

Mulanya, pembangunan gedung itu dilakukan pada 2013 dan memakan anggaran sampai Rp 9,9 miliar.

Satu tahun setelahnya, gedung itu juga sempat direnovasi dengan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar.

Kepala Sekolah SDN Rawa Buntu 3 sempat mengatakan, bahwa gedung kerap goyang ketika diterpa angin besar.

Margo, salah satu pekerja renovasi gedung itu mengungkapkan, penyebab goyangnya bangunan itu karena banyak menggunakan pasir pada konstruksi lantai.

"Itu noh gunungan pasir dari lantai tiga semua itu. Iya banyak banget pasirnya," ujar Margo di sekolah, Jumat (12/7/2019).

Melihat Kesibukan Dapur Katering Asrama Haji Embarkasi Bekasi

7 Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Tol Plumpang: 2 Orang Luka-luka

Sempat Tidur di Trotoar, Pengungsi Keluhkan Demam dan Masalah Pencernaan

Margo memaparkan, di lantai tiga, konstruksi dasar mengunakan precast atau beton.

Seharusnya, ujar Margo, setelah precast adalah lapisan adukan semen agar precast itu rata.

Setelah lapisan semen baru dipasangkan keramik.

Namun Margo malah mendapati konstruksi lantai itu banyak menggunakan pasir. Setelah precast ada lapisan pasir, lalu dilapisi adukan semen, dan ditambah pasir lagi di atasnya.

"Jadi karena pasir itu, keramik jadinya getar, goyang gitu. Karena kan pasir jadi dia enggak kuat," ujarnya.

Pada renovasi kali ini, Margo mengatakan konstruksi itu bakal dibenahi. Ia akan menggunakan adukan semen yang pas agar lantai tidak goyang.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved