Tak Kuat Naik Tangga, Jumadi Tolak Dipindah ke Rusun dan Bangun Rumahnya yang Terbakar

Sejumlah warga RT 10/RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan yang rumahnya ludes terbakar memilih membangun ulang rumahnya, di antaranya Jumadi (61).

Tak Kuat Naik Tangga, Jumadi Tolak Dipindah ke Rusun dan Bangun Rumahnya yang Terbakar
TribunJakarta/Bima Putra
Jumadi (61) di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Tawaran Pemprov DKI Jakarta kepada 48 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Jalan Cipinang Jaya I agar menghuni Rusun Jatinegara Kaum tak sepenuhnya diambil warga.

Sejumlah warga RT 10/RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan yang rumahnya ludes terbakar memilih membangun ulang rumahnya, di antaranya Jumadi (61).

"Karena ditempatkannya di lantai 5, sementara saya sudah tua, enggak kuat naik tangga. Katanya di Rusun enggak ada lift, harus naik tangga," kata Jumadi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019).

Selama ini dia mengaku bahkan nyaris tak pernah naik ke lantai dua rumahnya yang jadi bagian paling parah terdampak api.

Ketiadaan lift juga membuat Jumadi khawatir bagaimana cara mengangkut barang dari lantai dasar ke lantai 5.

"Kalau pas beli galon air nanti gimana cara bawanya, masa saya harus angkat. Yang muda saja kalau bawa galon naik 5 lantai capek, apalagi usia saya," ujarnya.

Selain faktor usia, Jumadi enggan dipindah ke Rusun lantaran harus membayar sewa setiap bulannya.

Dia memilih menghabiskan masa tuanya di rumah yang sekarang karena tak terdampak proyek penggusuran akses menuju Rusunawa Cipinang Besar Utara.

"Kalau bisa dibeli dan jadi hak milik mungkin saya pertimbangkan. Kebetulan rumah saya juga enggak kena gusur pembangunan Rusun," tuturnya.

Tercecer di Peringkat 13 Liga 1 2019, CEO Persija Jakarta Yakin Timnya Segera Bangkit

Cerita Polwan Menyamar Jadi PSK Demi Bongkar Perdagangan Perempuan, Kaget Saat Lihat Sang Bos

Sehari di Penampungan, Pengungsi dari Timur Tengah Keluhkan Makanan, Air Bersih dan Toilet

Dia bersyukur saat musibah terjadi sekira pukul 04.50 WIB sempat berhasil menyelamatkan uang tabungan dan sejumlah hartanya.

Selain dirinya, Jumadi menyebut setidaknya ada empat KK yang memilih bertahan dan membangun ulang rumahnya.

"Alhamdulillah masih ada modal sedikit untuk membangun rumah. Ya, dibangun bertahap saja, mudah-mudahan bisa," lanjut Jumadi.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved