Grebek Kali Tegal Amba, 28 Ton Sampah dan Lumpur Berhasil Diangkut

Dengan pembagian tiga zona, para petugas yang ada fokus membersihkan sampah di lokasi yang sudah ditentukan.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Sebanyak 28 ton sampah beserta lumpur berhasil diangkut dari Kali Tegal Amba, Jakarta Timur.

Pada Sabtu (13/7/2019), sebanyak 500 petugas gabungan menggelar Grebek Kali Tegal Amba. Grebek ini merupakan tindak lanjut dari pemberitaan beberapa waktu belakangan terkait kondisi kali yang melintasi tiga kelurahan yakni Pondok Bambu, Klender dan Duren Sawit ini penuh dengan sampah.

Dengan menyiapkan ratusan karung sampah, sepuluh mobil carry dan tiga truk pengangkut sampah, para petugas dari UPK Badan Air, Lingkungan Hidup, PPSU, SDA, Bina Marga dan Satpol PP berhasil mengangkut sekira 76 Meter persegi, sampah berserta lumpur.

"Hari ini kita lakukan grebek kali tegal amba oleh 500 personil gabungan. Sebagai jawaban dari pemberitaan yang ada, kita langsung lakukan grebek dengan petugas gabungan dari berbagai unsur. Sebenarnya ini merupakan kegiatan rutin untuk bersihkan kali sepanjang kurang lebih 3 KM ini. Tapi biasanya memang dilakukan secara lokal oleh UPK Badan Air saja," kata  pemantau UPK Badan Air Kecamatan Duren Sawit, Siprianus Lakamnasi, Sabtu (13/7/2019).

Dengan pembagian tiga zona, para petugas yang ada fokus membersihkan sampah di lokasi yang sudah ditentukan.

Pembagian zona bertujuan agar memudahkan para petugas untuk membersihkan sampah di lokasi yang ada. Batas zona ditentukan oleh jembatan kayu yang ada.

"Target kan jam 11.00 WIB selesai, makanya kita bagi dalam tiga zona. Mulai dari zona satu sampai tiga supaya petugas fokus untuk pembersihan di lokasi. Jadi setelah dihitung ada 12 jembatan kayu, sehingga zona dibatasi oleh hitungan per-4 jembatan saja," lanjutnya.

Pantauan TribunJakarta.com, sekira pukul 10.30 WIB, Kali Tegal Amba sudah mulai bersih dari sampah.

Baik zona satu, dua maupun tiga sudah tak nampak sampah yang mengambang seperti beberapa waktu lalu.

Para petugas yang membersihkan pun sudah terlihat beristirahat sejenak di pinggir kali setelah melakukan pembersihan sekitar dua jam lebih.

Siprianus berharap para warga sudah mulai sadar kebersihan lingkungan dan meminta warga untuk menghargai usaha para petugas kebersihan.

Ia mengimbau untuk tidak lagi membuang sampah ke Kali Tegal Amba.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved