Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Larang Sekolah Sediakan Lahan Parkir untuk Pelajar SMA

Sebagai gantinya, para siswa diperkenankan untuk diantar jemput oleh orangtua, sopir, atau ojek online.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Larang Sekolah Sediakan Lahan Parkir untuk Pelajar SMA
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
ILUSTRASI Sejumlah motor terparkir di area parkir Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, bahwa dirinya melarang -sekolah-sekolah di wilayah DKI untuk menyediakan lahan parkir bagi siswa SMA, maupun SMK.

Pasalnya, meski sudah berusia 17 tahun para siswa tidak diperkenankan membawa kendaraan pribadi ke lingkungan sekolah, baik sepeda motor ataupun mobil.

"Nggak boleh. jadi ke sekolah itu enggak usah bawa kendaraan. Halamannya, buat olahraga saja bukan buat parkir. Ada peraturannya enggak boleh bawa sepeda motor," kata Ratiyono saat dihubungi, Jumat (12/7/2019).

Sebagai gantinya, para siswa diperkenankan untuk diantar jemput oleh orangtua, sopir, atau ojek online.

Menurut Ratiyono halaman sekolah hanya diperbolehkan sebagai tempat drop off saja. Ia pun juga menganjurkan para siswa untuk membiasakan diri berjalan kaki jika jarak rumah ke sekolah tidak terlalu jauh.

"Ada peraturannya gak boleh bawa motor, jadi jalan kaki saja. Naik sepeda juga bagus, atau naik bus sekolah lebih keren," bebernya.

Jika jarak rumah siswa ke sekolah cukup jauh, Ratiyono menganjurkan agar siswa menggunakan sepeda atau naik bus sekolah yang sudah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Bus tersebut, akan mengangkut siswa-siswi yang mengenakan seragam di halte-halte jalan protokol Ibu Kota saat jam berangkat dan pulang sekolah.

Untuk mengurangi gas emisi di Jakarta, Ia pun mengimbau agar para siswa lebih menggunakan layanan bus gratis tersebut daripada di antar jemput oleh orangtua.

"Nanti semua orang tua, semua siswa diimbau mengurangi polusi udara. Jadi jangan bawa mobil pribadi, syukur-syukur bisa pakai bus sekolah saja, bus antar jemput. Apalagi yang rumahnya deket, itu harusnya jalan kaki, yang agak jauhan dikit bisa naik sepeda, jadi asapnya tidak terlalu banyak sehingga Jakarta langitnya biru," bebernya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved