Lomba 'Nyeset' Kambing Jadi Ikon Baru Tanah Abang

Perlombaan 'ngeset' atau menguliti kambing pun diperlombakan dalam parade budaya betawi bertajuk 'Lebaran Tenabang 2019'.

Lomba 'Nyeset' Kambing Jadi Ikon Baru Tanah Abang
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Lomba nyeset kambing yang digelar dalam parade budaya betawi 'Lebaran Tenabang 2019' di halaman parkir Yayasan Said Naum, Jalan KH. Mas Mansyur, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Masyarakat Tanah Abang keturunan Betawi sejak dulu dikenal memiliki keahlian khusus dalam menyembelih atau menjagal kambing.

Keahlian ini seolah turun temurun diwariskan kepada anak cucu hingga saat ini.

Untuk mengapresiasi warisan leluhur itu, perlombaan 'ngeset' atau menguliti kambing pun diperlombakan dalam parade budaya betawi bertajuk 'Lebaran Tenabang 2019'.

Buyung, ketua panitia 'Lebaran Tenabang 2019' menuturkan, lomba unik ini baru pertama kali digelar untuk mengapresiasi para tukang jagal kambing yang merupakan salah satu ikon Tanah Abang.

"Tahun ini ada acaranya yang agak nyentrik, artinye ini kan peninggalan leluhur kite yang notabene ikon Tanah Abang. Makanya kami adain lomba 'nyeset' kambing," ucapnya, Sabtu (13/7/2019).

Perlombaan ini diikuti oleh 10 orang peserta dari berbagai organisasi massa (ormas) yang ada di Tanah Abang.

Dalam penilaiannya, ada tiga hal yang diperhatikan oleh para dewan juri, yaitu kecepatan, keuletan, dan kebersihan.

"Teknisnya sebenarnya kecepatan dalam menyeset. Kedua, kebersihan," ujarnya saat ditemui di lapangan parkir Yayasan Said Naum, Jalan KH. Mas Mansyur, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Lalu, ketiga adalah kerapian, jangan sampai ada daging yang menempel di kulit," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved