PKL Berharap Pedagang Masih Boleh Berjualan di Taman Lalu Lintas Gorontalo Usai Direnovasi

Sekarang enggak boleh jualan di atas trotoar kan, tapi abis renovasi juga tipis harapannya buat jualan disini lagi," lanjut dia menambahkan.

PKL Berharap Pedagang Masih Boleh Berjualan di Taman Lalu Lintas Gorontalo Usai Direnovasi
TribunJakarta/Afriyani Garnis
Area trotoar yang kerap digunakan pedagang berjualan di Taman Lalu Lintas Gorontalo, Sabtu (13/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Didi (34) merupakan satu diantara pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan sop buah di Taman Lalu Lintas Gorontalo Jakarta Utara yang sedang dilanda kekhawatiran.

Pasalnya saat ini taman itu dibebaskan dari PKL untuk sementara karena sedang direnovasi.

Area trotoar yang kerap digunakan pedagang berjualan di Taman Lalu Lintas Gorontalo, Sabtu (13/7/2019)
Area trotoar yang kerap digunakan pedagang berjualan di Taman Lalu Lintas Gorontalo, Sabtu (13/7/2019) (TribunJakarta/Afriyani Garnis)

Namun santer terdengar, usai direnovasi taman itu juga bakal bersih dari pedagang.

"Harapan tipis dek, kita nggak boleh jualan disini, apalagi ditepi jalan. Padahal di tepi jalan yang ramai pembelinya, ini saja saya pindah kedalam agak sepi pembelinya," kata Didi saat ditemui, Sabtu (13/7/2019).

Diceritakan Didi, Kamis (11/7/2019) lalu, seluruh pedagang mengadakan rapat dengan pihak kelurahan.

Sejumlah aturan pun dijabarkan di sana, Didi yang saat itu hadir diungkapkannya hanya bisa mendengarkan dan menurut akan keputusan itu.

"Iya kamis kemarin ke kelurahan, kalau jualan diatas trotoar sekarang enggak boleh, katanya ganggu pejalan kaki, akhirnya saya mundur jualannya  lebih masuk sedikit ke gang. Katanya kalau di gang sini boleh karena agak jauh dari jalan dan enggaj pakai trotoar, tapi ini juga sementara," Ucap Didi.

"Sekarang enggak boleh jualan di atas trotoar kan, tapi abis renovasi juga tipis harapannya buat jualan disini lagi," lanjut dia menambahkan.

Diungkapkannya, sejak berdagang 2001 lalu, Didi sudah berjualan semenjak taman itu masih sepi dan belum seramai sekarang.

Halaman
12
Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved