Tiang Telepon Berumur 1 Abad Lebih di Depok, Sejarawan: Hanya Ada 5 di Indonesia

"Jumlahnya hanya ada lima di Indonesia, salah satunya ya di Kota Depok ini," ucapnya.

Tiang Telepon Berumur 1 Abad Lebih di Depok, Sejarawan: Hanya Ada 5 di Indonesia
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Tiang telepon sejak tahun 1900 peninggalan zaman Belanda di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sebuah tiang besi berwarna silver setinggi kurang lebihnya tujuh meter, nampak berdiri kokoh disisi Jalan Kartini, Pancoran Mas, Kota Depok.

Meski tak ada yang berbeda dengan tiang-tiang besi pada umumnya, namun tiang besi tersebut merupakan saksi bisu sejarah di Kota Depok.

Sejarawan Kota Depok dari Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein, Ferdy Jonathan mengatakan, tiang besi tersebut merupakan tiang telepon yang sudah berdiri sejak tahun 1900 silam.

Bila dihitung hingga pada saat ini, tiang tersebut sudah berumur 119 tahun yang mana artinya adalah lebih dari sayu abad usianya.

"Iya jadi itu tiang telepon sebenarnya, dan sudah ada sejak tahun 1900," ucap Ferdy pada TribunJakarta.com, Sabtu (13/7/2019).

Lanjut Ferdy, tiang telepon tersebut hanya ada lima jumlahnya di Indonesia dan satu diantaranya adalah di Kota Depok.

"Jumlahnya hanya ada lima di Indonesia, salah satunya ya di Kota Depok ini," ucapnya.

Artur Gevorkyan Sering Cadangkan, Robert Alberts Singgung Kualitas Pemain

Roy Marten Tetap Doakan yang Terbaik untuk Gisel Meski Sudah Cerai dengan Gading

DP Mutilasi KW Karena Menuntut Dinikahi: Pelaku Sudah Punya Istri dan Anak

Namun, meski masih berdiri kokoh tiang telepon tersebut nampak sudah tidak difungsikan.

Ferdy pun mengatakan, tiang telepon tersebut sempat akan diberikan kepada YLCC dari pihak Telkom.

Namun, beton tiang tersebut yang tertanam hingga ke jalan menyulitkan proses pembongkaran, hingga tidak jadi diberikan ke YLCC.

"Saat ini sudah tidak berfungsi, dulu pihak Telkom sempat ingin berikan tiang itu kepada YLCC. Namun karena betonnya sampai ke jalan raya jadi sulit dibongkar," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved