VIDEO Penampakan Tiang Telepon Peninggalan Zaman Belanda di Depok

Hal tersebut, dikatakan oleh Sejarawan Depok Ferdy Jonathan dari Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) ketika dikonfirmasi TribunJakarta.com.

VIDEO Penampakan Tiang Telepon Peninggalan Zaman Belanda di Depok
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Tiang telepon sejak tahun 1900 peninggalan zaman Belanda di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sebuah tiang besi berukuran tinggi kurang lebihnya tujuh meter di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Kota Depok, nampak seperti tiang-tiang pada umunya tanpa ada yang berbeda.

Namun siapa sangka, tiang besi tersebut merupakan tiang telepon peninggalan zaman belanda sejak tahun 1900 silam.

Pantauan TribunJakarta.com, tiang telepon tersebut berwarna silver dan berdiri kokoh disisi Jalan Kartini.

Hal tersebut, dikatakan oleh Sejarawan Depok Ferdy Jonathan dari Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) ketika dikonfirmasi TribunJakarta.com.

"Iya jadi itu tiang telepon sebenarnya, dan sudah ada sejak tahun 1900," ucap Ferdy, Sabtu (13/7/2019).

Ferdy juga mengatakan, tiang telepon tersebut sempat akan diserahkan oleh pihak Telkom kepada YLCC.

Namun, karena pondasi betonnya yang sangat kuat sehingga menyulitkan proses pembongkaran.

Ingin Diperbaiki, Asosiasi Pedagang Pasar Baru Jakarta Pusat Minta Perhatian Gubernur DKI Jakarta

Wali Kota Jakarta Pusat Dapat Lukisan Wajahnya dari Komunitas Pelukis Passer Baroe

Gelar Pertemuan Khusus, Bos Persija Jakarta Bahas Masalah Keamanan dengan Panpel Tira Persikabo

"Dulu Telkom pernah mau kasih ke YLCC, tapi betonnya sampai ke jalan jadi susah dibongkar," tutur Ferdy.

Terakhir, Ferdy mengatakan bahwa tiang telepon tersebut berbahan dasar besi dan bentuknya pun masih sama sejak tahun 1900 silam.

"Sampai saat ini bentuknya masih sama persis sejak pertama kali dibangun tahun 1900, ini bahannya besi ya," ujar Ferdy.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved