Cerita Agus, Kusir Delman yang Hingga Kini Masih Eksis Melayani Warga

Kusir kuda itu biasa menarik delman di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan setiap akhir pekan

Tayang:
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Agus dan delmannya di Cipete Utara pada Minggu (14/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Saat siang terik berganti senja, Agus (23) menunggu anak-anak yang ingin berkeliling di atas delmannya.

Kusir kuda itu biasa menarik delman di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan setiap akhir pekan.

Dengan tarif Rp 3 ribu per orang, ia membawa penumpang keliling permukiman padat penduduk sekali putaran.

Mulai dari Taman Sawo, menuju Jalan Damai hingga Jalan Damai IV kemudian berujung kembali di Taman.

Di dalam gerobaknya, cukup untuk lima orang dewasa sedangkan anak kecil bisa menampung cukup banyak.

Dalam sehari, Agus bisa meraup sekitar Rp 150 ribu yang ia bagi dua dengan pemilik kuda.

"Saya biasanya Rp 70 ribu sedangkan bos Rp 80 ribu. Kalau lagi hari libur, bisa lebih," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (14/7/2019).

Saat menyusuri permukiman padat penduduk, pecut kusir tak jarang mengenai badan kuda yang kurus.

Terlihat dari tulang rusuknya yang menyembul dari kulitnya.

Kendati terlihat kurus, Agus mengaku, memberikan waktu istirahat dan makan yang cukup bagi kudanya.

"Jam sembilan pagi saya narik, kemudian istirahat jam 12 sampai jam tiga sore. Dikasih makan rumput. Dari situ lanjut lagi sampai jam enam. Kemudian pulang antar kuda ini di daerah Kasablanka," katanya.

VIDEO Ribuan Warga Mustikajaya Bekasi Semarakkan Festival Adu Bedug dan Dondang

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Larang Siswa Menggunakan Kendaraan Bermotor ke Sekolah

Namun, Agus tak hanya menarik delman di bilangan Cipete Utara.

Ia juga sering bertolak ke Monas apabila ada perhelatan akbar.

"Saya narik begini karena ayah saya karena dia juga seorang kusir. Sudah delapan tahun saya kerja begini. Ya kalau enggak ke Monas saya ke Tanah Abang atau ke Kampung Melayu," tandasnya.

Nyatanya, keberadaan delman hingga kini masih tak habis dimakan usia.

Delman, yang pada masa Hindia Belanda sebagai alat transportasi jarak jauh itu, masih digandrungi oleh warga ibu kota sebagai sarana rekreasi mereka.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved