Breaking News:

Harga Cabai Rawit di Pasar Ciracas Jakarta Timur Tembus Rp 80 Ribu Per Kilogram

Naiknya harga cabai imbas musim kemarau yang diperkirakan melanda Indonesia hingga bulan September 2019 mendatang terus dirasakan masyarakat.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Ayu (47), pedagang sayur-mayur di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (14/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Naiknya harga cabai imbas musim kemarau yang diperkirakan melanda Indonesia hingga bulan September 2019 mendatang terus dirasakan masyarakat.

Ayu (47), satu pedagang sayur-mayur di Pasar Ciracas, Jakarta Timur mengatakan harga seluruh jenis cabai terus meroket sejak minggu lalu.

"Cabai rawit sekarang Rp 80 ribu per kilogram, cabai keriting Rp 70 ribu per kilogram, cabai hijau Rp 40 ribu per kilogram. Semuanya naik Rp 10 ribu kalau dibanding minggu lalu," kata Ayu di Pasar Ciracas, Minggu (14/7/2019).

Merujuk informasi yang diterimanya dari sesama pedagang, Ayu menuturkan kenaikan harga karena petani sulit mendapat air untuk bercocok tanam.

Sejak harga meroket, dia mengaku banyak pembeli yang berangsur mengurangi jumlah belanjaannya.

"Pembeli sih enggak protes, karena mereka juga tahu musim kemarau. Habis mau nyalain siapa, masa nyalahin petani," ujarnya.

Tak hanya cabai, harga jengkol di Pasar Ciracas ikut naik jadi Rp 45 ribu per kilogram atau naik Rp 5 ribu dibanding pekan lalu.

Sementara timun dari yang sebelumnya Rp 10 ribu per kilogram kini jadi Rp 12 ribu per kilogram dan diperkirakan terus melonjak.

"Semuanya naik, kalau pun turun ya enggak lama. Harga masih belum stabil karena petani masih kesulitan dapat air. Mungkin masih naik lagunya harganya," tuturnya.

Barito Putera Vs Bali United: Hadiah Ultah Serdadu Tridatu, Ancaman Bomber Maut Laskar Antasari

Kakak Beradik Sindikat Pencurian Motor di Sidoarjo Ditembak, Kerap Beraksi di Parkiran Minimarket

Jamal (34), pedagang sayur-mayur lainnya juga memperkirakan harga terus melonjak seiring mendekatnya hari raya Idul Adha 1440 Hijriah nanti.

Untuk sekarang, Jamal menyebut belum merasakan penurunan omzet karena pembeli karena cabai termasuk satu komoditas yang paling dicari masyarakat.

"Untung memang enggak banyak, tapi enggak buruk juga lah. Mungkin kalau harga terus naik ya baru kita rugi, sekarang keuntungan masih lumayan lah," kata Jamal.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved