Sejarah Budaya Adu Bedug dan Dondang Warga Mustikajaya Bekasi, Dimulai Sejak Tahun 1950

Sesepuh sekaligus tokoh masyarakat setempat Haji Hadi Sukatma (81) mengatakan, kebiasaan adu bedug sudah ada sejak tahun 1950an

Sejarah Budaya Adu Bedug dan Dondang Warga Mustikajaya Bekasi, Dimulai Sejak Tahun 1950
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Defile warga Kecamatan Mustikajaya saat Festival Bedug dan Dondang 2019. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Festival Adu Bedug dan Dondang merupakan kegiatan rutin tahunan warga Kecamatan Mustikajaya yang sudah berlangsung sebanyak 14 kali.

Dari tahun ke tahun, acara ini selalu dinanti warga dan dihadiri ribuan peserta dari masing kelurahan yang ada diwilayah setempat.

Sejarah digelarnya festival ini sangat lekat dengan kebiasaan warga Mustikajaya tempo dulu. Sesepuh sekaligus tokoh masyarakat setempat Haji Hadi Sukatma (81) mengatakan, kebiasaan adu bedug sudah ada sejak tahun 1950an.

"Dulukan ini masih perkampungan, pada saat setelah lebaran warga anak-anak kampung mencari hiburan dengan mengarak bedug ke kampung-kampung, lama kelamaan diikuti oleh hampir seluruh warga dan menjadi kebiasaan," kata Hadi kepada TribunJakarta.com, Minggu (14/7/2019).

Kebiasaan adu bedung ini selain sebagai hiburan rakyat pada saat itu, selanjutnya berubah menjadi ajang silaturahmi warga antar kampung.

Pemerintah Desa kala itu juga menyambut kehadiran kegiatan ini dengan memfasilitasi warga berupa tempat di lapangan desa.

"Pemerintah Desa saat itu ikut mendapingi masyarakat dari yang awalnya cuma mainan anak angon (anak kampung) berubah jadi tradisi setiap tahun setelah lebaran," ungkap dia.

Sementara untuk dondang, Hadi menjelaskan, budaya ini merupakan tradisi asli warga betawi Bekasi yang biasa dilakukan saat upacara pernikahan.

"Dondang ini merupakan wadah bawaan pengantin perempuan kepada pengantin laki-laki pada saat pengantin laki-laki mengadakan hajatan, istilahnya tiga hari," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved