Sekolah di DKI Harus Bantu Kurangi Polusi, Kadisdik Imbau Orangtua Agar Tak Antar Jemput Siswa

Kadisdik DKI Jakarta Ratiyono menginginkan agar sekolah di Ibu Kota ikut berkontribusi mengurangi pencemaran udara DKI pada tahun ajaran 2019-2020.

Sekolah di DKI Harus Bantu Kurangi Polusi, Kadisdik Imbau Orangtua Agar Tak Antar Jemput Siswa
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Kadisdik DKI Jakarta Ratiyono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/5/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Ratiyono menginginkan agar sekolah di Ibu Kota ikut berkontribusi mengurangi pencemaran udara DKI pada tahun ajaran 2019-2020.

Pasalnya, kualitas udara di Jakarta saat ini mengalami penurunan. Polusi udara di Jakarta pun sedang menjadi sorotan.

"Jadi lingkungangan hidup saat ini sedang ramai soal pemberitaan bahwa Jakarta panas. Artinya, pencemaran udaranya banyak. Sehingga diharapkan semua orangtua bisa menghemat tidak mengantar pakai mobil, disarankan siswa jalan kaki aja," kata Ratiyono, saat dikonfirmasi TribunJakarta, Minggu (14/7/2019).

Ratiyono mencontohkan, ada sekolah-sekolah yang seringkali macet akibat banyaknya antrean mobil para orangtua murid yang menjemput anak-anaknya saat jam-jam pulang sekolah.

Selain berdampak pada kemacetan, banyaknya mobil yang digunakan oleh orangtua murid dari tiap sekolah juga menyebabkan menumpuknya gas emisi hingga udara di Jakarta semakin buruk.

Ia pun mengatakan bahwa para siswa dianjurkan untuk menggunakan bus sekolah dan tidak lagi diantar jemput.

"Misalnya, di depan SMA Santa Ursula Lapangan Banteng, itu kan macet banget, banyak (mobil jemputan). Misalnya ada 16 orang saja pakai mobil bus jemputan yang keliling (bus sekolah) sehingga nanti yang biasanya parkir 16 mobil jadi hanya satu doang bus itu. Nah yang deket jalan kaki," kata dia.

"Kalau ini jadi gerakan, maka sekolah di DKI sangat berkontribusi nurunin gas buangan," bebernya.

Sebagai informasi, sebelumnya Ratiyono juga, melarang agar sekolah-sekolah di wilayah DKI untuk menyediakan lahan parkir bagi siswa SMA, maupun SMK.

Pasalnya, meski sudah berusia 17 tahun para siswa tidak diperkenankan membawa kendaraan pribadi ke lingkungan sekolah, baik berupa motor ataupun mobil.

"Gak boleh! jadi ke sekolah itu gak usah bawa kendaraan. Halamannya, buat olahraga saja bukan buat parkir. Ada peraturannya gak boleh bawa motor," kata Ratiyono, Jumat (12/7/2019) lalu.

Ahok dan Puput Nastiti Devi Dapat Nama Kehormatan Warga Dayak Kaltim, Ini Maknanya

Link Live Streaming Barito Putera Vs Bali United Minggu (14/7/2019): Modal Positif Serdadu Tridatu

Sebagai gantinya, para siswa diperkenankan untuk menggunakan jemputan ojek online, menggunakan sepeda, dan layanan gratis bus sekolah.

Menurut Ratiyono halaman sekolah hanya diperbolehkan sebagai tempat drop off saja. Ia pun juga menganjurkan para siswa untuk membiasakan diri berjalan kaki jika jarak rumah ke sekolah tidak terlalu jauh.

"Ada peraturannya gak boleh bawa motor, jadi jalan kaki saja. Naik sepeda juga bagus, atau naik bus sekolah lebih keren," pungkasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved