VIDEO Tinggalkan Lokasi Pengungsian, Korban Kebakaran Manggarai Pilih Bersihkan Rumah

Pengungsi korban kebakaran di SDN 05 Manggarai diharuskan pindah karena para siswa mulai memasuki tahun ajaran baru 2019/2020.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Pengungsi korban kebakaran di SDN 05 Manggarai diharuskan pindah karena para siswa mulai memasuki tahun ajaran baru 2019/2020.

Mereka diarahkan untuk berpindah ke Masjid Al Falah RW 007.

Namun sebagian dari warga memutuskan untuk berpindah ke sekitar lokasi kebakaran.

Warga RT 012 RW 007, Sutari mengaku dirinya dan ketiga anaknya memilih untuk menyewa kontrakan yang dimiliki Ketua RW.

"Saya lebih memilih ke sana dekat lokasi kebakaran agar nanti bisa sekalian bersih-bersih rumah," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (14/7/2019).

Tak sedikit warga yang memiliki pendapat yang serupa.

Sebagian warga tampak gotong royong mengangkuti puing-puing dari rumah mereka.

Tenda-tenda pengungsian telah diturunkan di SDN 05 Manggarai pada Minggu (14/7/2019).
Tenda-tenda pengungsian telah diturunkan di SDN 05 Manggarai pada Minggu (14/7/2019). (Tribunjakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Sejumlah petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan anggota pramuka yang rata-rata berusia remaja turut terjun membantu warga membersihkan puing-puing reruntuhan.

Pedagang dan Pembeli di Pasar Ciracas Keluhkan Ukuran Ayam Mengecil Meski Harga Naik

Wisata ke Museum Nasional: Belajar Sejarah Sekaligus Banyak Spot Instagramable

Sebelumnya, kebakaran melanda enam RT yang berlokasi di kawasan Manggarai, Kampung Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga berupaya untuk mematikan amukan api di sekitar permukiman.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.30 WIB yang diduga karena korstleting listrik pada Rabu (10/7/2019).

Menurut Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Irwan, kendala saat pemadaman lantaran sumber air jauh.

"Sumber air jauh, kemudian permukiman padat dan mudah terbakar. Jadi akses ke dalam juga sempit jadi sulit," terangnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (10/7/2019).

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved