Demi SMP Negeri, Orangtua Siswa Rela Kehilangan Uang Akibat Hangusnya Biaya Daftar Sekolah Swasta

Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 57 Kota Bekasi rupanya sangat berarti bagi sebagian orangtua siswa atau wali murid.

Demi SMP Negeri, Orangtua Siswa Rela Kehilangan Uang Akibat Hangusnya Biaya Daftar Sekolah Swasta
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Gedung eks SMP Negeri 10 Duren Jaya Bekasi Timur yang kini digunakan untuk unit sekolah baru SMPN 57 Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Meski minim fasilitas dan kurangnya persiapan, Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 57 Kota Bekasi rupanya sangat berarti bagi sebagian orangtua siswa atau wali murid.

Sugeng salah satunya, warga Kelurahan Margahayu, Kecmatan Bekasi Timur, Kota Bekasi mengaku, sempat memilih untuk memasukkan anaknya ke sekolah swasta ketika dua kali mendaftar di SMP Negeri 2 Kota Bekasi anaknya tidak lolos seleksi PPDB jalur zonasi.

"Daftar di SMPN 2 itu hasil jaraknya 1600 meter, gagal pas gelombang kedua baru dapet infomasi kalo ada sekolah baru SMP 57 yaudah saya daftarkan anak saya di sini ternyata dapet skor zonasinya 1800 meter lebih jauh emang tapi enggak apa-apa yang penting lolos masuk negeri," kata Sugeng saat dijumpai di SMPN 57 Jalan Mohammad Yamin, Duren Jaya, Bekasi Timur, Senin (15/7/2019).

Dia menjelaskan, dia sempat memasukkan anaknya ke sekolah swasta yakni SMP Mandalahayu, bahkan dia sudah membayar uang pangkal pendaftaran sebesar Rp 1.700.0000.

"Udah bayar tapi karena keterima disini (SMPN 57) akhirnya saya tarik berkas, uang enggak bisa dikembaliin semua, cuma Rp 950.000 aja yang bisa balik karena perjanjiannya udah gitu," jelas dia.

Keputusan ini diambil karena dia berpikir kesempatan sekolah di SMP Negeri sangat kecil. Terlebih berdasarkan hitung-hitungan biaya pendidikan, sekolah swasta tentu akan sangat membenami baginya.

"Anaknya sempet enggak mau, tapi saya kasi tahu kalau di negeri lebih baik, enggak apa-apa walaupun sekolah baru, saya bilang gitu," kata Sugeng.

Di SMP Mandalahayu, biya SPP bulanan bisa mencapai Rp 250.000, Sugeng mengaku jika anaknya dapat masuk ke SMP Negeri biaya pendidikan akan lebih ringan karena tidak ada iuran SPP bulanan.

Sekolah dadakan SMPN 57 Kota Bekasi mulai aktif beroperasi hari ini, sebanyak 108 siswa terbagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel) menempati gedung bekas SD Negeri 10 Duren Jaya di Jalan Mohammad Yamin, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved