Fasilitas Seadanya, Begini Tanggapan Orangtua Murid Sekolah Dadakan SMP Negeri 57 Kota Bekasi

Layaknya unit sekolah baru (USB), operasional SMP Negeri 57 masih menginduk ke SMP Negeri 11 Kota Bekasi yang berada di Kelurahan Aren Jaya

Fasilitas Seadanya, Begini Tanggapan Orangtua Murid Sekolah Dadakan SMP Negeri 57 Kota Bekasi
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Gedung SMP Negeri 57 Kota Bekasi di Jalan Mohammad Yamin Duren Jaya Bekasi Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Sekolah dadakan SMPN 57 Kota Bekasi mulai aktif beroperasi hari ini, sebanyak 108 siswa terbagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel) menempati gedung bekas SD Negeri 10 Duren Jaya di Jalan Mohammad Yamin, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (15/7/2019).

Persiapan yang minim membuat SMP Negeri yang dibentuk pada pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang kedua yakni, 8-9 Juli 2019 lalu ini memiliki fasilitas seadanya.

Layaknya unit sekolah baru (USB), operasional SMP Negeri 57 masih menginduk ke SMP Negeri 11 Kota Bekasi yang berada di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Namun persiapan dadakan terlihat dari kondisi sekolah, dimana modal Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk membentuk sekolah ini hanya gedung dengan jumlah enam ruangan.

Keenam ruangan inipun tidak semua dapat digunakan, hanya tiga yang terlihat sudah pasti digunakan sebagai ruang kelas, sedangkan sisanya digunakan untuk ruang guru dan ruang fasilitas lain seperti perpustakaan dan ruang opersional sekolah nantinya.

TribunJakarta.com sempat menyambangi SMP Negeri 57 Kota Bekasi, pada hari pertama masuk sekolah, nampak beberapa orangtua siswa datang mengantar anaknya. Beberapa terlihat menanyakan kepada guru terkait fasilitas.

"Nanti ini ruang kelasnya ada lagi pak?," kata orangtua murid kepada guru SMP Negeri 57 Kota Bekasi.

Guru yang menghadapi pertanyaan orangtua murid mengatakan, saat ini baru tiga ruang kelas di lantai dua yang digunakan. Namun kedepan pasti akan ada penambahan ruang kelas lagi dengan memanfaatkan ruangan yang ada.

"Nanti semua akan digunakan di sini, tapi kita juga belum tahu gimana sementara tiga ruangan aja di atas, yang bawa lagi kita siapin buat ruang guru, perpuatakaan, sama buat ruang TU (tata usaha) kan perlu juga sekolah," kata seorang guru kepada orangtua siswa.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved