Mati Listrik Hampir Sejam, 18 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Mengalami Keterlambatan

Untuk penyebab terganggunya aliran listrik dari MPS 3, masih dalam penelusuran unit terkait.

Mati Listrik Hampir Sejam, 18 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Mengalami Keterlambatan
TribunJakarta/Ega Alfreda
Suasana check-in lounge maskapai Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang mulai dipadati lagi oleh penumpang, Jumat (15/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta lagi-lagi mengalami gangguan listrik yang menyebabkan mati lampu hampir satu jam lamanya di Terminal 3.

Mati listrik tersebut terjadi sekira pukul 05.00 WIB pada hari Senin (15/7/2019).

Kabar itu langsung viral setelah cuitan yang digelontorkan akun Twitter @kangbudi yang menuliskan betapa kecewanya terhadap fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"@AP_Airports @jokowi luar biasa #terminal3 bandara Soetta padam listrik sudah hampir satu jam tanpa ada alternatif lain, generator misalnya. Bandara gelap gulita, air di toilet mati, termasuk ban berjalan. Sekelas terminal 3 yg internasional mengalami kejadian ini kok memalukan ya," kutipan akun twitter @kangbugi.

Menurut Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, peristiwa itu mengakibatkan belasan penerbangan mengalami keterlambatan penerbangan atau delay.

Febri menegaskan sebanyak 18 penerbangan domestik mengalami delay imbas mati lampu pagi tadi.

"Iya betul, dari mati lampu tadi pagi ada 18 penerbangan mengalami delay. Semua penerbangan domestik tidak ada yang internasional," kata Febri saat dikonfirmasi, Senin (15/7/2019).

Lanjutnya, mati lampu pagi tadi disebabkan oleh terganggunya terganggunya pasokan listrik dari Main Power System 3 (MPS 3) ke sejumlah area pelayanan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Ada Sejumlah Temuan Konstruksi, Renovasi Gedung SDN Rawa Buntu 3 Diperkirakan Bakal Molor

VIDEO Kondisi Hari Pertama Masuk Sekolah di SMP Negeri Dadakan Kota Bekasi

"Kami menyatakan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setelah kurang lebih beberapa detik. Sistem backup genset sudah mengcover dan melakukan pemulihan sampai seluruh kegiatan pelayanan operasional penerbangan kembali normal," paparnya.

Febri menjelaskan, adapun fasilitas yang terganggu seperti fasilitas check-in dan baggage handling system, terpaksa sempat dilakukan secara manual.

Sebab, fasilitas check-in memerlukan pemulihan selama 10-15 menit, sedangkan baggage handling system memerlukan pemulihan sekira 30 menit.

Untuk penyebab terganggunya aliran listrik dari MPS 3, masih dalam penelusuran unit terkait.

"Saat ini kami terus melakukan investigasi dan evaluasi. Dan, kondisinya kini telah normal kembali," tukasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved