Ibadah Haji 2019

Melihat Hotel Jemaah Haji di Makkah, Ini Fasilitas dan Layanan yang Didapatkan

Jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Surabaya sudah berada di Makkah Al Mukarromah sejak, Senin (15/7/2019) malam.

Melihat Hotel Jemaah Haji di Makkah, Ini Fasilitas dan Layanan yang Didapatkan
Tribunnews.com/ Muhammad Husain Sanusi/ MCH2019
Kepala Daker Makkah, Subhan Cholid, ditemani Manajer Hotel Al Okhs, Kholid, melakukan peninjauan fasilitas hotel, Minggu (14/7/2019). Pemerintah Indonesia menyewa 173 hotel di Makkah untuk melayani jemaah haji Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah
TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH – Jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Surabaya sudah berada di Makkah Al Mukarromah sejak, Senin (15/7/2019) malam.

Mereka yang sebelumnya berada di Madinah kini ditempatkan di Hotel Al Okhs Kawasan Mahbas Jin, Makkah.

Secara keseluruhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan 173 hotel di Mekkah.]

Sejumlah hotel ini dipastikan memiliki standart bagus dengan fasilitas memadai.

“Ada 173 hotel yang kami sewa di Makkah. Hotel Al Oksh ini menjadi hotel pertama yang menyambut dan melayani jemaah calon haji Indonesia yang dari Madinah,” kata Kasie Akomodasi PPIH Daerah Kerja Mekkah 2019 Abdub Dhiya’ur R.

Saat melakukan peninjauan di Hotel Al Oksh yang terletak di kawasan Mahbas Jin, Mekkah.

Kepala Daker Makkah, Subhan Cholid, ditemani Manajer Hotel Al Okhs, Kholid, melakukan peninjauan fasilitas hotel, Minggu (14/7/2019). Pemerintah Indonesia menyewa 173 hotel di Makkah untuk melayani jemaah haji Indonesia.
Kepala Daker Makkah, Subhan Cholid, ditemani Manajer Hotel Al Okhs, Kholid, melakukan peninjauan fasilitas hotel, Minggu (14/7/2019). Pemerintah Indonesia menyewa 173 hotel di Makkah untuk melayani jemaah haji Indonesia. (Tribunnews/ Muhammad Husain Sanusi/ MCH2019)

Hotel Al Oksh sebagaimana hotel-hotel lain yang disewa oleh Pemerintah Indonesia untuk jemaah calon haji Indonesia, dituntut untuk menyediakan fasilitas dan bisa memenuhi standar kenyamanan jemaah.

Aspek layanan akamodasi disyaratkan setiap hotel harus memiliki kartu petunjuk akomodasi, air mineral satu liter perhari perjemaah, penggantian sprei dan sarung bantal, handuk, peralatan mandi, air zam-zam dalam dispenser, dan mesin cuci.

“Dari aspek layanan mereka harus bisa menyediakan petugas resepsionis, petugas kebersihan, dan petugas keamanan,” katanya.

Air zam-zam diberikan dalam bentuk dispenser yang ditempatkan di lobi pada tiap lantai, kamar jemaah dan petugas terpisah berdasarkan jenis kelamin, kamar ber-AC dengan pendingin dan penerangan memadai dan berfungsi baik.

Tim Mobile Crisis Haji Gelar Simulasi Satuan Operasi Armuzna untuk Hadapi Puncak Ibadah Haji

Tim Mobile Crisis Haji Gelar Simulasi Satuan Operasi Armuzna untuk Hadapi Puncak Ibadah Haji

Ranjang kuat dan aman dengan kasur busa dan bantal dengan empat sprei yang diberikan secara bertahap selama berada di akomodasi dan 1 selimut yang memadai dan berfungsi baik.

Fasilitas lain berupa kamar mandi, shower, wastafel, kran air, jamban duduk, dan exhaust fan.

Sementara dari standar sarana dan prasarana disyaratkan bangunan dalam kondisi baik dan layak pakai, lift yang memadai sesuai kapasitas gedung, lobi dengan luas minimal 50 m2, bagi apartemen memiliki ruang dapur, tersedia listrik dan lampu penerangan yang cukup di lobi, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan lain-lain.

Selain itu juga ada genset untuk listrik cadangan, memiliki tangga darurat, kartu petunjuk hotel, penitipan kunci, tempat salat berjamaah, tempat jemuran, alat kebersihan, kunci cadangan.

173 hotel ini tersebar di 11 sektor di sekitar Masjidil Haram dengan jarak yang tak begitu jauh. Jemaah haji juga akan mendapatkan layanan transportasi dari hotel ke Masjidil Haram setiap saat salat lima waktu.

Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved