PKS Minta PSI Buktikan Rumor Politik Uang di Pemilihan Wagub DKI

PKS selaku partai pengusung dua calon wagub DKI Jakarta langsung membantah rumor yang dihembuskan PSI bahwa ada politik uang di balik kursi wagub.

PKS Minta PSI Buktikan Rumor Politik Uang di Pemilihan Wagub DKI
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Agung Yulianto bersama dengan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi, di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut telah mendengar rumor adanya politik uang di balik proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Merespon hal tersebut, PKS selaku partai pengusung dua calon wagub DKI Jakarta langsung membantah.

"Pertama yang menuduh itu harus membuktikan. Jadi itu bisa menjatuhkan anggota dewan," kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi saat dikonfirmasi, Senin (15/7/2019).

"Kalau dibilang begitu bisa menjatuhkan anggota dewan dan bisa mencemarkan nama baik," imbuh Suhaimi.

Suhaimi, meminta PSI untuk membuktikan kebenaran dari rumor tersebut.

Jika berhasil mendatangkan bukti-bukti terkait tuduhan itu, maka PSI pun bisa segera melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Suhaimi menegaskan proses pemilihan wagub DKI Jakarta yang berlangsung di anggota pansus dan DPRD DKI Jakarta berjalan bersih dan baik-baik saja.

"Saya yang menjamin. Saya menjamin tidak akan melakukan itu. Kalau kemudian diberitakan begitu, itu bisa mencemarkan nama baik anggota dewan. Kan kalau orang itu aslinya dia tidak melakukan sesuatu," ucap Suhaimi.

"Tapi kan dia menuduh seseorang melakukan ini dan itu, maka dia harus mendatangkan bukti. Ketika mendatangkan bukti, dia bisa melaporkan pada aparat," tegas dia.

Wakil Ketua DPW PSI \Rian Ernest sebelumnya, mendapatkan informasi soal adanya rumor politik uang dalam proses pemilihan wagub DKI.

Politik uang tersebut, diduga dilakukan dengan transaksi uang senilai ratusan juta agar mencapai syarat kuorum ketika pemilihan dilakukan di paripurna.

Namun Rian menegaskan bahwa kabar ini masih rumor.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved