SMAN 58 Gencar Tekan Penggunaan Plastik, Siswa Diimbau Bawa Tempat Makan dan Minum dari Rumah

SMAN 58 Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur gencar tekan penggunaan plastik di lingkungan sekolah

SMAN 58 Gencar Tekan Penggunaan Plastik, Siswa Diimbau Bawa Tempat Makan dan Minum dari Rumah
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana SMAN 58 Jakarta, Jalan SMAN 58, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (15/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - SMAN 58 Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur gencar tekan penggunaan plastik di lingkungan sekolah.

Beberapa waktu lalu berbagai negera ramai lakukan kampanye selamatkan bumi dengan mengurangi sampah plastik. Satu diantaranya di Indonesia.

Sebab Indonesia termasuk penyumbang sampah plastik terbesar setelah Tiongkok.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah seperti mengganti penggunaan kantung plastik menjadi kantung yang ramah lingkungan.

Satu diantaranya seperti plastik Bio Degradable atau plastik yang dapat terurai oleh aksi organisme hidup.

Dalam hal ini, pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 58 Jakarta turut serta dalam hal menekan penggunaan tersebut.

"Sebenarnya untuk penggunaan plastik sejak tiga tahun belakangan kita sudah mulai coba terapkan di lingkungan sekolah. Awalnya dari para staf dan guru yang ada di lingkungan sekolah. Lalu berlajut ke siswa," ungkap Humas SMAN 58, Irawan, Senin (15/7/2019).

Maling Motor Curi Kawasaki KLX dari Indekos Utan Kayu Utara

Para siswa diimbau untuk membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah. Sosialisasi melalui wali kelas dengan penjelasan bahaya dari penggunaan plastik juga kerap disampaikan, walaupun hasilnya belum maksimal.

"Sosialisasi sudah dilakukan. Kita jelaskan bahayanya untuk bumi beberapa tahun ke depan seperti apa. Namun kan memang kita tidak bisa terus monitoring lebih dari 800 siswa. Jadi masih ada beberapa yang bandel. Tapi sebagian sudah mulai beralih," lanjut dia.

Meskipun masih ada beberapa yang tetap menggunakan plastik, pihak sekolah maupun murid saling bahu membahu untuk memperingati siswa lainnya.

Saat ini penekanan penggunaan plastik sudah berjalan maksimal untuk staf dan guru. Sementara untuk para siswa masih dalam upaya penekanan dengan terus melakukan sosialisasi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved