Ada Penolakan Warga, Jakpro Sebut Lahan Pembangunan di Perumahan Pluit Putri Miliknya

Lahan yang luasnya sekitar 3.999 meter persegi itu rencananya dibangun sekolah Bina Tunas Bangsa (BTB).

Ada Penolakan Warga, Jakpro Sebut Lahan Pembangunan di Perumahan Pluit Putri Miliknya
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ruang terbuka hijau di Kompleks Perumahan Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (15/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), menyebut lahan yang rencananya dibangun menjadi sekolah di Kompleks Perumahan Pluit Putri adalah milik mereka.

Hal itu dikatakan Direktur Operasi dan Business Development PT JUP Ahmad Fauzi, saat ditemui di kantornya Perumahan Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (15/7/2019).

"Sebetulnya kan status lahannya milik Jakpro ya," kata Ahmad.

Lahan yang luasnya sekitar 3.999 meter persegi itu rencananya dibangun sekolah Bina Tunas Bangsa (BTB).

Hanya saja, warga menolak dengan alasan fasilitas berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu akan hilang dengan adanya sekolah itu.

Tolak Rencana Pembangunan Sekolah, Warga Pluit Putri Geruduk Kantor Jakpro

Terkait adanya polemik dengan warga, Ahmad memastikan bahwa masih akan dilakukan mediasi terkait hal tersebut.

Mediasi difasilitasi DPRD DKI Jakarta yang sebelumnya sudah didatangi warga perumahan itu.

"Ini sudah mau difasilitasi oleh beliau-beliau di Komisi C, kan kurang lebih begitu. Itu aja sih. Ini kan lagi difasilitasi sama bapak ibu di DPRD," ucap Ahmad.

Adapun mediasi nantinya diharapkan bisa memunculkan win-win solution bagi warga dan pihak JUP.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved