Breaking News:

Misteri Mayat Wanita di Indekos Singkawang Terungkap: Cakaran Sang Pacar Dibalas Bantingan Pelaku

Polisi akhirnya mengungkap misteri penemuan mayat di indekos Kota Singkawang. Korban dibunuh oleh sang pacar. Sempat terjadi cakar dan adu mulut.

Tribun Pontianak/Ferryanto.
Kapolresta Singkawang AKBP Raymond M Masengi bersama tersangka saat Press Release di Mapolres Singkawang, Selasa (16/7/2019). 

Namun anak tersebut meninggal beberapa hari setelah dilahirkan.

Dengan tertunduk lesu AC mengaku masih sangat mencintai sang kekasih, ia mengungkapkan bahwa dirinya menyesal atas perbuatannya, dan ia tak memiliki niat sama sekali untuk membunuh kekasihnya itu.

Namun, karena emosi dan gelap mata, ia nekat membunuh sang kekasih.

Cakaran Sang Pacar

Ia menceritakan, bahwa awalnya ia dengan sang kekasih bertengkar mulut, dan iapun berusaha menenangkan korban dengan cara ingin memeluk korban dari belakang.

Namun, korban yang kesal dan emosi karena terbakar api cemburu menuduh pelaku telah berselingkuh sehingga menepiskan tangan pelaku, lalu kuku korban mengenai wajah pelaku.

"Saat itu kami bertengkar mulut, dia emosi juga, dia bilang mau kemasin barang dia mau pergi dan dak mau sama saya lagi, dia jijik sama saya katanya, Disaat itu saya mau peluk dia dari belakang, tapi dia berontak dia bilang aku sudah jijik sama kamu, aku mau pisah, aku gak mau dia pergi, mungkin dia gak sengaja dia mau lepasin pelukan saya, lalu kukunya kena muka saya,,"ungkapnya.

Merasa perih terkena cakaran korban di wajah, pelaku naik pitam dan gelap mata langsung mengambil kain di kasur dan meilitkan kain tersebut ke kepala korban, lalu menghempaskan korban ke lantai dan akhirnya kepala korban terbentur ke lantai dengan keras.

"saya langsung emosi, langsung saya ambil kain dari tempat tidur lalu saya lilitkan kebelakang nya dia lalu saya banting ke lantai, kepalanya kena lantai. Lalu korban berteriak, saya ketakutan, tangan kiri saya tutup mulut korban, lalu kaki saya injak yang ujungnya sampai dia mati,"katanya.

Saat korban telah meninggal, AC mengaku sempat berbaring di samping mayat korban, dan ingin mengakhiri hidupnya, namun ia mengurungkan hal tersebut.

"Sesudah dia meninggal saya letakulan dan saya sempat baring sama korban, saya menyesal, saya bingung mau kemana. Saya kepikiran mau gantung diri dikos itu, tapi Ndak jadi lalu saya kunci kos itu lalu saya pergi kerumah kawan saya,"ungkapnya.

Dihantui Rasa Bersalah

Setelah itu, iapun langsung melarikan diri ke Jakarta, dan dalam pelariannya selama beberapa hari tersebut, ia mengungkapkan selalu di hantui rasa bersalah, dan tak pernah tenang dalam istirahat siang dan malamnya.

Mayat Wanita Indekos di Singkawang Diotopsi

Mayat wanita indekos yang ditemukan dalam kamarnya, di Jalan Tani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang diotopsi, Jumat (12/7/2019).

Otopsi mayat wanita tersebut dilakukan di RSUD Abdul Aziz Singkawang di ruangan instalasi pemulasaraan jenazah.

Dari informasi yang ada, otopsi ini dilakukan oleh dokter dokter forensik Polda Kalbar yakni dr Monang Siahaan.

Saat ini proses otopsi masih berlangsung di ruangan tersebut.

Tampak ayah korban yang turut serta membawa dua anak dari korban, menanti di luar.

Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Singkawang Barat, Jalan Tani, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita yang telah membusuk di satu di antara kamar kos di gang tersebut.

Saat olah TKP pihak kepolisian tidak menemukan satu petunjuk identitas si mayat, Kamis (11/7/2019).

Belakangan diketahui bahwa jasad yang telah membusuk tersebut merupakan warga Kecamatan Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang berinisial LLT (26).

Hingga saat ini mayat tersebut berada di RSUD Abdul Aziz Sungkawang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ayah korban yang berinisial LC (66) yang ditemui Tribun di RS Abdul Aziz terlihat sangat terpukul saat melihat jasad anak perempuannya telah kaku dan dalam kondisi yang mengenaskan.

Ia sendiri masuk ke dalam kamar jenazah untuk melihat dengan mata kepalanya dan memastikan bahwa yang berada di meja jenazah di ruang pemulasaraan RSUD Abdul Aziz Singkawang adalah anaknya.

Saat ia membuka kain yang menutupi wajah mayat tersebut, ia langsung dengan wajah tegang sedih bercampur marah membenarkan bahwa itu merupakan putrinya yang telah ia besarkan selama bertahun-tahun.

Tampak terlihat emosi ia mengatakan kepada petugas kepolisian yang berada di lokasi bahwa sang putri telah lama tak tinggal bersama dirinya dan keluarga.

Saudara ipar korban yang berinisial CYP (33) mengatakan bahwa korban sendiri memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan yang laki-laki berusia 9 tahun dan yang perempuan berusia 4 tahun.

Ia mengatakan korban sendiri telah lama tidak tinggal bersama keluarganya di Sungai Duri, hanya sesekali korban melihat orangtua dan anaknya yang berada di Sungai Duri Kabupaten Bengkayang.

"Pulang jarang, biasa lama-lama baru pulang, pulang lihat anak, jadi anaknya yang 2 kakek sama neneknya yang urus," tuturnya.

Korban mengaku kepada keluarga bahwa ia di Singkawang bekerja, namun pihak keluarga tak mengetahui secara persis apa pekerjaan korban, yang keluarga tahu korban di Singkawang bersama teman prianya berinisial AC dan setiap korban pulang ke Sungai Duri selalu bersama pria berinisial AC tersebut.

"Kita juga kurang tau kerjanya apa, dia bilang kerja aja, kerja lama-lama sekali pulang. Kasih uang jajan, kasih uang susu, sudah lihat nanti dia pulang lagi ke Singkawang, kalo dia pulang itu sama yang AC itu," ujarnya.

Terkait langkah selanjutnya, iapun mengaku masih belum bisa memberikan keterangan karena tergantung keputusan keluarga.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pengurus kos pertama kali menemukan mayat wanita membusuk. Bermula dari penghuni kos lainnya mengeluhkan adanya aroma busuk yang berasal dari kamar nomor 3.

Kanit Reskrim Polsek Singkawang Barat Iptu Supianik yang ditemui Tribun di Mapolsek Singkawang Barat mengatakan pihaknya masih menyelidiki terkait penyebab mayat ditemukan di rumah kos di Jalan Tani, Gang Cisadane tersebut.

Supiani mengungkapkan dari informasi awal yang dikumpulkan pihak kepolisian, korban merupakan warga Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang yang berinisial LLT yang berusia sekira 30 tahun.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah dalam bentuk yang mengenaskan, tubuh korban sudah kaku dan membengkak serta mengeluarkan bau menyengat dalam posisi terlentang dengan hanya menggunakan pakaian tanktop tergeletak di lantai.

"Mayat ini ditemukan di salah satu rumah kos di Jalan Tani Gang Cisadane, kemudian petugas meluncur ke TKP dan menemukan rumah dalam keadaan terkunci. Kita usahakan membuka dan ditemukan sesosok mayat, berjenis kelamin perempuan, menggunakan pakaian tanktop hitam," ungkapnya.

Dari informasi yang didapatnya dari warga, bahwa korban tersebut menempati kamar tersebut sejak tanggal 1 Juli 2019.

Lolos ke Babak Kedua Indonesia Open, Anthony Ginting Butuh 1 Jam 18 Menit Kalahkan Wakil China

Sejumlah Remaja Terlibat Tawuran di Kawasan Manggarai

VIDEO Kebakaran Rumah Warga di Depok dengan Total Kerugian Rp 1 Miliar

Tepis Isu Boikot, Sejumlah The Jakmania Tetap Beri Dukungan kepada Persija di Stadion Pakansari

Fraksi NasDem Minta PSI Buktikan Rumor Politik Uang di Pemilihan Wagub DKI

Saat dilakukan olah TKP, petugas pertama mengalami kesulitan karena di kamar ditemukannya korban tidak ditemukan identitas apapun bahkan handphone korban pun tidak didapat dari lokasi penemuan mayat korban.

"Penyebab kematian masih dalam penyelidikan, dan pada mayat itu tidak ditemukan identitas, namun dari informasi sementara mayat ini merupakan warga Sungai Duri dan saat ini sudah ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Azis," katanya.

Ditanyai apakah ada dugaan pembunuhan terhadap korban, pihaknya masih belum bisa memastikan hal tersebut dan masih melakukan penyelidikan akan hal ini.

Pihaknya pun masih menunggu kehadiran pihak keluarga untuk memastikan identitas korban serta masih menunggunya hasil visum dari pihak rumah sakit. (Tribun Singkawang)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved