Selain Ahok BTP, Titiek Soeharto Menambah Daftar Tokoh yang Disebut Berpotensi Maju Pilpres 2024

Belasan nama tokoh muda maupun senior pernah disebut-sebut sebagai tokoh yang potensial maju sebagai capres di tahun 2024 mendatang.

Selain Ahok BTP, Titiek Soeharto Menambah Daftar Tokoh yang Disebut Berpotensi Maju Pilpres 2024
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Titiek Soeharto 

Anies bersama Sandiaga Uno memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta pada 2017 setelah melewati dua putaran.

Diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, pasangan ini menang atas 57,95% suara, dukungan tertinggi dalam pemilihan umum gubernur Jakarta.

 

Tak berkomentar banyak, Anies hanya meresponnya dengan santai namun tak mau membahas terlalu jauh soal rencana kedepan.

"Lah wong yang tahun 2019 aja belum dilantik kok, masa mau ngomongin tahun 2024," kata Anies tersenyum, di Taman Ismail Marzuki, Rabu (3/7/2019).

Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan pada peresmian Jabar Saber Hoaks di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (7/12/2018). Jabar Saber Hoaks merupakan lembaga yang akan memverifikasi konten dan informasi hoaks khususnya di Jawa Barat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan pada peresmian Jabar Saber Hoaks di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (7/12/2018). Jabar Saber Hoaks merupakan lembaga yang akan memverifikasi konten dan informasi hoaks khususnya di Jawa Barat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menjadi salah satu kandidat yeng berpotensi maju Pilpres 2024 menurut LSI Denny JA.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini telah menjabat sebagai gubernur Jawa Barat sejak 5 September 2018.

Sebelum menjadi pejabat, Kang Emil memiliki karier sebagai seorang arsitek merangkap dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung.

Pada tahun 2013 Emil yang dari kalangan profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai wali kota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil wali kota.

Dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara sehingga pasangan Ridwan dan Oded menjadi pemenang dalam Pemilihan umum Wali Kota Bandung 2013.

Pada pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil diusung sebagai calon gubernur, berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum oleh PPP, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Hanura.

Ridwan Kamil mengatakan masih terlalu dini membahas nama-nama yang berpeluang menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.

"Pertama, ini teh masih 2019, sudah ngomongin 2024, menurut saya terlalu jauh. Kedua, saya masih gubernur baru, saya belum punya pengalaman mendalami multidimensi," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (3/7/2019).

Secara pribadi, katanya, ia masih fokus bertugas sebagai Gubernur Jabar, membawa kemajuan dan perubahan di Jabar.

AHY hingga Gatot Nurmantyo

Untuk kategori partai politik, LSI Denny JA menyebutkan adanya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimutri Yudhoyono (AHY), Politisi PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Dalam kategori selanjutnya, yakni pejabat di pemerintahan, nama-nama yang diprediksi oleh LSI Denny JA ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Untuk kategori terakhir, yaitu faktor kejutan. Peneliti LSI Denny JA memprediksi adanya satu calon yang dilabeli mereka dengan sebutan Mr/Mrs X.

Hal itu dikarenakan diprediksi akan ada nama yang sebelumnya tidak disangka-sangka akan melaju ke Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Rully Akbar saat menjabarkan prediksi LSI Denny JA bertajuk 'Setelah Putusan MK: 15 Capres 2024 Masuk Radar' di kantor LSI, Jalan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).

"Namanya masih kita masukan ke nomor 15, yang akan coba kita telusuri selama 5 tahun ke depan, terkait nama-nama baru yang mempunyai kesempatan masuk ke Pilpres 2024 nanti," kata Rully Akbar.

"Kategori kejutan ini perlu dimasukan karena pengalaman Pilpres 2014. Saat itu, lima tahun sebelum Pilpres 2014, Jokowi adalah tokoh yang tidak masuk radar capres 2014. Namun, dua tahun menjelang Pilpres, Jokowi muncul sebagai salah satu figur baru yang sangat diperhitungkan pada Pilpres 2014," tambahnya.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved