Tanggapan Disperindag Tangerang Selatan Soal Tingginya Harga Cabai dan Sayuran di Tangsel

Kepala Disperindag Tangsel, Maya Mardiana, mengatakan, pihaknya tidak bisa mengintervensi harga di pasaran.

Tanggapan Disperindag Tangerang Selatan Soal Tingginya Harga Cabai dan Sayuran di Tangsel
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kepala Disperindag Tangsel, Maya Mardiana di Swiss-belhotel, Serpong, Tangsel, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangerang Selatan (Tangsel) tak berdaya terhadap kenaikan harga cabai dan sayur-sayuran di beberapa pasar di wilayahnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, di Pasar Cimanggis, Ciputat, harga cabai meroket dua kali lipat dari Rp 30 ribu per kilogram, menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Sedangkan sayuran dari kacang panjang, buncis, pare, timun dan oyong, juga mengalami kenaikan harga sekitar 40 - 60%.

Kepala Disperindag Tangsel, Maya Mardiana, mengatakan, pihaknya tidak bisa mengintervensi harga di pasaran.

"Kalau sekarang belum, baru monitor harga. Yang penting kita satu data dulu," ujar Maya saat ditemui di bilangan Serpong, Selasa (16/7/2019).

Maya menjelaskan, saat ini Disperindag baru bisa mengumpulkan data dari tujuh pasar besar di Tangsel.

Misteri Mayat Wanita di Indekos Singkawang Terungkap: Cakaran Sang Pacar Dibalas Bantingan Pelaku

Sejumlah Remaja Terlibat Tawuran di Kawasan Manggarai

Harga pasar itu disurvei setiap hari pada pukul 10.00 WIB untuk mendapatkan data yang valid.

Data harga bahan pokok dari mulai beras, daging-dagingan dan sayur-sayuran kemudian diunggah di aplikasi pantau harga pasar (PAGAR).

"Sekarang ada sistem PAGAR Tangsel alat kontrol kita biar satu data, di pimpinan sampai stake holder. Kita ambil setiap hari di tujuh pasar setiap jam 10," ujarnya.

Data yang kemudian dihimpun dilaporkan ke Pemprov Banten dan Tim Pengendali Invlasi Daerah (TPID).

"Kita berharap dengan adanya data ini kita bisa melakukan intervensi apa dalam waktu cepat. Karena jam 12 kita sudah bisa dapat data valid. Kita juga laporkan ke TPID kita juga laporkan ke provinsi, termasuk Bulog," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved