VIDEO Terungkap Alasan Remaja di Tangsel Ajak Teman Rudapaksa Pacarnya di Gubuk

Jaya Premana (19) tega merudapaksa pacarnya sendiri, NMY (16), secara bergantian dengan temannya, Syahbandi (22).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Jaya Premana (19) tega merudapaksa pacarnya sendiri, NMY (16), secara bergantian dengan temannya, Syahbandi (22).

Alasannya demi kepuasan bersama.

Kejadian bermula pada Minggu dini hari sekira pukul 01.00 WIB (16/7/2019), saat Permana sudah janjian dengan temannya, Syahbandi (22), untuk pergi bersama-sama pacarnya, NMY menuju sebuah gubuk reot di bilangan Reni Jaya, Pamulang, Tangsel.

"Korban diajak ketemuan oleh tersangka, Jaya Permana yang merupakan pacarnya. Ketemuanlah mereka di Reni Jaya di gubuk yang tidak terpakai. Ternyata tersangka mengajak salah satu temannya, rekannya juga atas nama Syahbandi," ujar Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, saat ekspos kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Selasa (16/7/2019).

NMY dibujuk rayu dan dipaksa sampai akhirnya dua pria yang saling bersahabat itu merudapaksa korban secara bergiliran.

"Yang pertama kali melakukan itu adalah rekan dari pada pacar korban. Setelah itu yang ke dua melakukan itu baru pacarnya," lanjut Ferdy.

Muharram sempat memberikan kesempatan pewarta mewawancarai Permana saat gelar ekspos itu.

Permana mengatakan, alasan mengajak teman untuk merudapaksa pacarnya demi berbagi kepuasan.

"Berbagi kepuasan gitu," ujar Permana singkat sambil menunduk, Selasa (16/7/2019).

Download MP3 I Love You 3000 Stephanie Poetri, Simak Terjemahan Lirik Plus Chord Kunci Gitarnnya

PSI Diminta Tak Menggurui KPK Soal Pengawasan Kinerja DPRD DKI Jakarta

Permana juga mengakui sudah merencanakan sejak lama aksi bejat bersama temannya itu

"Sudah (diniatkan sejak lama)," ujarnya.

Atas perbuatannya, Permana dan Syahbandi disangkakan pasal 81 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman paling berat 15 tahun penjara.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved