10 PPK Manipulasi Suara di Pileg 2019, JPU Bacakan Dakwaan

Fedrik Adhar membacakan surat dakwaan perkara tindak pidana Pemilu dalam Pileg 2019 terhadap 10 anggota PPK Koja dan Cilincing, Selasa (16/7/2019).

10 PPK Manipulasi Suara di Pileg 2019, JPU Bacakan Dakwaan
(Dok. Sentra Gakkumdu Jakarta Utara).
Persidangan tindak pidana pemilu yang melibatkan 10 anggota PPK Koja dan Cilincing, Selasa (16/7/2019), di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Jaksa Penuntut Umum Fedrik Adhar membacakan surat dakwaan perkara tindak pidana Pemilu dalam Pileg 2019 terhadap 10 anggota PPK Koja dan Cilincing, Selasa (16/7/2019), di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

JPU Fedrik membacakan dakwaan itu di depan Ketua Majelis Hakim, Ramses Pasaribu.

Dalam dakwaannya, Fedrik menyatakan 10 anggota PPK itu telah melanggar Pasal 532 dan Pasal 505 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

"Pasal 532 berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang Pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan Peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48.000.000," ucap Fedrik.

Selanjutnya, mengutip Pasal 505, Fedrik menjelaskan bahwa Anggota KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS yang karena kelalaiannya mengakibatkan hilang atau berubahnya berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan/atau sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000.

AMPG Nilai Pencapaian Golkar di Pileg 2019 Bukan Sebuah Prestasi

Anggap Pileg 2019 Selesai, Faldo Maldini Ucap Terima Kasih, Ernest Prakasa hingga Addie MS Disebut

Sementara itu, Ketua Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara, Benny Sabdo menganggap bahwa perkara ini terbesar sepanjang sejarah penindakan.

Menurutnya, ketebalan berkas perkara ini bahkan hampir mencapai satu meter tebalnya.

Gelar dan ekspose perkara ini juga dilakukan selama berhari-hari dengan melibatkan belasan penyidik dan puluhan jaksa.

"Kepentingan Bawaslu hanya satu, yakni demi tegakknya keadilan pemilu," ucapnya.

Benny menuturkan, perkara ini berawal laporan Caleg DPRD DKI dari Partai Demokrat yakni H. Sulkarnain dan Caleg DPRD DKI dari Partai Gerindra M. Iqbal Maulana tentang adanya manipulasi suara.

Berdasarkan laporan, Sentra Gakkumdu langsung melaksanakan penyelidikan dan penyidikan secara tuntas.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved