Cerita Sarjono Hampir 30 Tahun Berjualan Nasi Goreng di Rumah Duka

Hanya ada dua ruangan di rumah duka itu yang diisi untuk menyemayamkan jenazah. Sementara sisanya kosong dan lampu dimatikan.

Cerita Sarjono Hampir 30 Tahun Berjualan Nasi Goreng di Rumah Duka
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Sarjono, pedagang nasi goreng yang hampir 30 tahun berjualan di halaman Rumah Duka Abadi, Daan Mogot, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Suasana di Rumah Duka Abadi, Daan Mogot, Jakarta Barat malam tadi tak terlalu ramai.

Hanya ada dua ruangan di rumah duka itu yang diisi untuk menyemayamkan jenazah. Sementara sisanya kosong dan lampu dimatikan.

Pelayat yang sedang melayat di kedua ruangan itu terlihat saling berbincang dan berdoa di dalam ruangan.

Ada pula yang mengobrol di halaman parkir tepat di depan kamar duka.

Dibalik semua pemandangan duka itu, di halaman parkir, tak jauh dari toilet, terlihah seorang pria sedang mengaduk secentong nasi di penggorengannya untuk dijadikan nasi goreng.

Cerita Para Penggali Kubur dan Pengangkat Jenazah Sutopo: Alhamdulillah Cepat dan Enteng

Begitu terampil tangan keduanya seolah menunjukan sudah begitu lihainya ia membuat makanan itu.

Pedagang itu adalah Sarjono (58). Berbeda dengan pedagang pada umumnya, ia justru memilih rumah duka sebagai tempatnya berjualan.

Di tempat ini pun hanya dia seorang pedagang yang berjualan makanan.

"Rezeki itu sudah ada yang ngatur. Mau dimana saja asalkan kita usaha," kata Sarjono saat TribunJakarta.com menanyakan alasannya berjualan di Rumah Duka Abadi, Selasa (16/7/2019).

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved