Pedagang Cilok di Yogya Remas Organ Vital Wisatawan: Mengaku Iseng, Nekat Jalan Kaki Ikuti Korban

Pedagang cilok keliling ditangkap Polsek Kraton Yogyakarta atas tindakan asusila.Pelaku meremas organ vital wisatawan asal Cilacap.

Pedagang Cilok di Yogya Remas Organ Vital Wisatawan: Mengaku Iseng, Nekat Jalan Kaki Ikuti Korban
Tribun Jogja/Andreas Desca Budi Gunawan
Kompol Etty Haryanti menginterogasi Umar Soleh (29) pelaku pencabulan di kawasan Ngasem, Rabu (17/7/2019) 

Kapolsek Kraton, Kraton Kompol Etty Haryanti mengatakan dalam menjalankan aksinya, pelaku mengincar korban terlebih dahulu.

Pelaku kemudian membuntuti korbannya dari belakang.

"Korban dari Alun-alun Utara sudah diincar dan diikuti, saat korban berjalan pelan, pelaku ikut melambat," ujarnya saat menggelar jumpa pers di Mapolsek Kraton, Rabu (17/7/2019).

Sesampai di kawasan Pasar Ngasem, korban yang tengah menunggu taksi online di daerah yang cukup sepi tersebut langsung menjalankan aksinya.

Dirasa cukup aman, pelaku dari belakang melancarkan aksinya meremas bagian vital sebelah kanan korban.

Seketika korban berteriak dan meminta pertolongan.

Warga di sekitar lokasi kejadian yang mendengar permintaan tolong tersebut, sontak kaget dan berusaha mengejar pelaku.

Setelah berhasil diamankan warga, petugas kepolisian dari Mapolsek Kraton tiba di lokasi untuk menjemput pelaku.

"Walau sudah sempat di massa warga, untung kita masih cepat sampai kalo tidak massa bisa mengamuk," ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku, aksi pencabulan pelaku ini baru pertama kali dilakukannya. Namun demikian, polisi masih melakukan penyelidikan lebih mendalam.

"Menurut pengakuannya, pelaku baru pertama kali melakukan perbuatan ini, korbannya adalah seorang mahasiswi asal Cilacap yang sedang berlibur di Yogyakarta," katanya menggelar saat jumpa pers di Mapolsek Kraton, Rabu (17/7/2019).

"Saat ini kami sedang mendalami motif pelaku, keterangannya masih berubah-ubah," tambahnya.

Sementara si pelaku, sambil tertunduk, mengakui perbuatannya.

Ia mengaku dirinya melakukan perbuatan asusila tersebut hanya karena iseng.

"Cuma iseng, pas dia (korban, red) lewat kelihatan menarik, makanya saya ikuti," ujar pelaku.

Pelaku saat ini mendekam di tahanan Mapolsek Kraton untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya.

Pelaku diancam dengan pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan

Pesan Kapolsek

Kapolsek Kraton Yogyakarta, Kompol Etty Haryanti, Rabu (17/7/2019)
Kapolsek Kraton Yogyakarta, Kompol Etty Haryanti, Rabu (17/7/2019) (Tribun Jogja/ Andreas Desca)

Maraknya kasus pencabulan yang terjadi di beberapa daerah, termasuk di Yogyakarta akhir-akhir ini patut diwaspadai oelh para warga.

Tak terkecuali oleh para wisatawan yang tengah berlibur di Yogyakarta.

Kapolsek Kraton, Kompol Etty Haryanti, mengimbau agar masyarakat dan wisatawan, khususnya kaum perempuan, untuk selalu waspada.

"Kita tidak tahu kapan kejahatan akan berlangsung, jadi kita harus tetap waspada," ujarnya.

Rahasia Seluruh Penjuru Masjidil Haram Selalu Wangi, Ini Alasannya

VIDEO Kondisi Terkini Getah-getih, Instalasi Anyaman yang Terpasang di Bundaran HI

Hasil Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia Masuk Grup G, Satu Grup dengan Malaysia

Bahaya Berhenti Berobat Bagi Penderita Tuberkulosis

Ada Masalah Teknis, Pesawat Garuda Pengangkut Jemaah Haji Kembali Lagi ke Makassar

Selain itu Kapolsek juga menambahkan agar para wisatawan khususnya perempuan untuk mengajak orang lain saat berpergian malam dan menghindari kawasan-kawasan sepi.

Bukan hanya waspada terhadap pencabulan atau tindakan asusila, Kapolsek juga menekankan untuk selalu waspada pada tindak kejahatan lainnya.

"Lebih baik lagi kalau perempuan bisa beladiri, jadi kalau ada serangan dari depan kita bisa melawan," pungkasnya. (TribunJogja.com)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved