Pemkot Tangerang Selatan Berencana Buat Makam Online, Ini Maksudnya

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) akan membuat makam online

Pemkot Tangerang Selatan Berencana Buat Makam Online, Ini Maksudnya
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kepala Diseperkimta Tangsel, Teddy Meiyadi, di restoran Telaga Seafood, Serpong, Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) akan membuat makam online.

Hal itu disebutkan pelaksana tugas Kepala Diseperkimta Tangsel, Teddy Meiyadi, kepada awak media di restoran Telaga Seafood, Serpong, Rabu (17/7/2019).

Makam online yang dimaksud adalah semacam data base secara online yang di dalamnya terdapat informasi soal amil, jenazah yang sudah dimakamkan, keluarga dari jenazah yang sudah dimakamkan.

"Saya mau membuat makam online. Data base amil, data base keluarga yang ditinggalkan, data base siapa yang di dalam tanah itu," ujar Teddy.

Ia juga menjelaskan, data base itu akan mendata jumlah liang lahad yang tersedia di setiap taman pemakaman umum (TPU).

"Jadi kalau ada masyarakat tertimpa musibah, misalnya di Pondok Ranji, di data base itu ada informasi di TPU Pondok Ranji masih tersedia makam, jadi orang akan dikuburnya di sini," ujarnya.

VIDEO Suasana Kesibukkan di Dapur Asrama Haji Pondok Gede

Dua Kali Ditabrak Motor, Petugas PPSU Ancol Ini Tetap Gigih dalam Menjalankan Tugasnya

Data base itu menjadi penting mengingat lahan liang lahad semakin berkurang di Tangsel.

Bahkan Pemkot Tangsel sedang mempersiapkan lahan untuk TPU di bilangan Jalan Sari Mulya, Setu, Tangsel.

"Makanya pemerintah menyiapkan Sari Mulya 20 hektare. Insyaallah tahun depan sudah menerima pendaftaran. Ada 6.000 liang, kalau ditumpuk tiga bisa sampai 18.000," paparnya.

Teddy juga mengatakan, makam online itu meeupakan cara penggunaan teknologi agar tidak terjadi sengkarut di bidang pemakaman.

"Iya dong (pendaftaran secara online). Pak Wakil aja bilang ayo dong, teknologi gunakan, ini kan kota. Jangan sampai ada permasalahan dengan pemakaman," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved