Kabinet Jokowi

Presiden Jokowi Diyakini Pertahankan Tokoh Parpol yang Profesional Kembali Menjabat Menteri

Jokowi pun mengakui sejumlah menteri akan tetap dipertahankan di Kabinet Kerja periode kedua nanti.

Editor: Wahyu Aji
Tribunnews
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berfoto bersama anggota Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/10/2014). Para menteri yang memperkuat Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK secara resmi dilantik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin untuk periode 2019-2024 mendatang, sejumlah nama-nama calon menteri sudah beredar.

Jokowi pun mengakui sejumlah menteri akan tetap dipertahankan di Kabinet Kerja periode kedua nanti.

Sejumlah kalangan memprediksikan, Jokowi akan mempertahankan sejumlah menteri yang dinilainya berprestasi atau berkinerja baik selama menjabat.

Faktor loyalitas dan kinerja di periode pertama, akan menjadi pertimbangan.

Hal lain yang dinilai juga adalah 'jalan tengah' dengan memilih politisi parpol yang juga professional.

Selain itu juga memiliki jaringan di partai yang kuat, agar kebijakan-kebijakan strategis bisa didukung oleh Dewan.

"Artinya dia orang partai, tetapi punya kompetensi yang baik di bidangnya, jadi politisi professional. Ini akan menjadi jalan tengah, apalagi ada isu partai pengusung 02 (Prabowo-Sandi) akan bergabung juga," kata peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, Selasa (16/7/2019) .

Menurut Arya, selain soal kinerja internal, Jokowi akan melihat kemampuan menteri tersebut bekerjasama dengan kementerian lain di kabinet.

Termasuk juga kecocokan atau 'Chemistry' antara Jokowi dengan menteri tersebut.

Muncul Sederet Nama Calon Menteri Kabinet Jokowi-Maruf, Tanggapan Istana hingga Penjelasan Jokowi

Diyakini, menteri-menteri yang bisa memenuhi target yang diberikan Jokowi kemungkinan juga akan dipertahankan.

Dihubungi terpisah, Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah, di kesempatan berbeda memperkirakan, kemungkinan akan ada dua menteri di bidang ekonomi yang saat ini menjabat diganti oleh tokoh baru.

Pergantian untuk menyesuaikan target Presiden di periode kedua.

"Infonya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan akan ganti," katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Amir Uskara, mengakui ada beberapa menteri lama yang masih cocok untuk kepentingan 5 tahun ke depan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved