Sekolah Swasta di Bekasi Hanya Memiliki Dua Siswa Baru, Mendikbud: Harus Tutup

"fenomenanya ada dua pertama ada sekolah swasta yang diminati banyak orangtua tapi kedua ada sekolah swasta yang tidak mendapat murid," ujarnya.

Sekolah Swasta di Bekasi Hanya Memiliki Dua Siswa Baru, Mendikbud: Harus Tutup
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Mendikbud Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan ke SMP Negeri 1 Muara Gembong Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Meneteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, menanggapi fenomena adanya salah satu SMP Swasta di Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang hanya memiliki dua orang siswa baru.

"Ya harus tutup dan ini memang resiko, makanya saya want-wanti kepada sekolah swasta supaya meningkatkan kualitas dan harus memiliki keunggulan tertentu agar menjadi pilihan orangtua," kata Muhadjir saat berkunjung ke Kota Bekasi, Selasa (16/7/2019) kemarin.

Kondisi ini kata dia, terjadi dibeberapa daerah di Indonesia, sekolah swasta harus meningkatkan kualitasnya, jangan lagi sekedar menunggu tumpahan dari kelebihan siswa yang tidak bisa diterima di negeri.

"Saya pikir era itu (menunggu tumpahan siswa) sudah selesai, era itu sudah enggak jaman lagi, karena kita ingin meningkatkan kualitas, tidak hanya sekolah negeri tapi juga sekolah swasta, tentu saja yang bertanggung jawab atas sekolah swasta tentu yang mendirikan sekolah," ujar dia.

Menurut Muhadjir Effendy, kondisi bertolak belakang sejatinya terjadi juga pada sekolah swasta yang bisa dikatakan memiliki kualitas dan daya tarik besar warga untuk menyekolahkan anaknya.

Menanti Janji Presiden Jokowi Perbaiki Bangunan Kelas SMP Negeri 1 Muara Gembong

"fenomenanya ada dua pertama ada sekolah swasta yang diminati banyak orangtua tapi kedua ada sekolah swasta yang tidak mendapat murid," ujar dia.

Fenomena kekurangan siswa sekolah swasta di Kota Bekasi sedang marak terjadi. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) menyebutkan, sejumlah sekolah bahkan hanya memiliki siswa kurang dari 10 orang.

Sekertaris BMPS Ayung Sardi Dauly mengatakan, beberapa sekolah bahkan berhenti beroperasi menerima peserta didik baru di tahun ajaran 2019/2020 lantaran, tidak ada satupun siswa yang mendaftar.

"Sudah ada yang kita ketahui (jumlah siswa sedikit), bahkan ada beberapa sekolah yang sudah tidak beroperasi lagi tahun ini," kata Ayung beberapa waktu lalu.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved