600 Pembina PMR se-Jakarta Timur Mengikuti Capacity Building di TMII

Kegiatan ini juga merupakan wujud upaya dari PMI untuk mendorong komitmen dan memlihara semangat para pembina PMR se-Jakarta Timur

600 Pembina PMR se-Jakarta Timur Mengikuti Capacity Building di TMII
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana Capacity Building untuk 600 pembina PMR Se-Jakarta Timur di Anjungan D.I Yogyakarta, Kamis (18/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN MINI - Sebanyak 600 pembina Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jakarta Timur mengikuti kegiatan Capacity Building.

Capacity Building atau proses meningkatkan kemampuan pengetahuan, keterampilan sikap dan perilaku ini digelar di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (18/7/2019).

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Uus Kuswanto dengan didampingi oleh Ketua PMI Jakarta Timur Krisdiyanto, dan Perwakilan PMI Provinsi DKI Jakarta Gede Sardjana.

Dalam kegiatan capacity building, Uus secara simbolis memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah pembina/guru PMR yang sudah berdedikasi puluhan tahun.

"Alhamdulillah pagi ini kita sudah mengikuti kegiatan capacity building yang diikuti para guru pembina se-Jakarta Timur. Kegiatan ini diprakasai oleh PMI Jakarta Timur. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antara guru/ pembina PMR dengan markas PMI Jakarta Timur," jelas Uus di Anjungan DI Yogyakarta, Kamis (18/7/2019).

Kegiatan ini juga merupakan wujud upaya dari PMI untuk mendorong komitmen dan memlihara semangat para pembina PMR se-Jakarta Timur.

Berkas Lengkap, Polisi Limpahkan 75 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei ke Kejari Jakarta Barat

Hyundai Kona Dirilis di GIIAS 2019, Harga OTR Rp 363,9 Juta

Sementara itu, menurut Ketua PMI Jakarta Timur Krisdiyanto pihaknya tengah mengupayakan tiap sekolah di Jakarta Timur untuk memiliki pembina PMR.

"Hari ini ada lebih kurang 600 guru PMR Jakarta Timur. Tapi total keseluruhan sekolah saat ini ada 1.500 sekolah. Mudah-mudahan target dari 1.500 sekolah itu bisa semuanya memiliki pembina PMR yang nantinya bisa kita didik dan latih," ujar dia.

Kegiatan PMR disekolah dinilai keduanya sebagai langkah strategis untuk mencegah tindak kriminalitas dikalangan pelajar. Sebab bisa mencegah dan paling tidak mengurangi angka kriminalitas dan penyebaran narkoba.

Untuk itu, Pemkot Jakarta Timur meminta dukungan dari Sudin Pendidikan Jakarta Timur untuk memberikan fasilitas bagi pembina maupun guru PMR di tiap-tiap sekolah.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved