Ini Penyebab Iwan Game Alami Gangguan Jiwa Hingga Tangannya Tak Berhenti Bergerak

Pria asal Tasikmalaya ini bahkan dijuluki Iwan Game lantaran, tangannya selalu bergerak seperti orang yang sedang bermain game ditelepon genggam

Ini Penyebab Iwan Game Alami Gangguan Jiwa Hingga Tangannya Tak Berhenti Bergerak
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Iwan Game pasien gangguan jiwa Yayasan Jamrud Biru Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Iwan Setiawan (32), pasien panti sosial orang dengan gangguan jiwa Yayasan Jamrud Biru, di Jalan Asem Sari II, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, alami kelainan jiwa yang cukup aneh.

Pria asal Tasikmalaya ini bahkan dijuluki Iwan Game lantaran, tangannya selalu bergerak seperti orang yang sedang bermain game ditelepon genggam.

Tangannya tidak pernah berhenti bergerak seperti orang yang sedang fokus dengan gawainya. Kondisi ini terus menerus dilakukan Iwan tanpa henti sepanjang hari.

Suhartono, pengelola sekaligus pendiri Yayasan Jamrud Biru Bekasi mengatakan, dibanding dengan pasien lain, Iwan cenderung pasif, dia bahkan sulit diajak berinterikasi. Untuk makan hingga mandi saja dia masih harus dilayani perawat.

"Iwan kalau kita enggak gerakkan dia enggak akan gerak, karena sudah terpaku ke tangannya, goyang-goyang jempol seolah main game," kata Suhartono, Kamis (18/7/2019).

Sejak April 2019, Iwan mulai dirawat di yayasan tersebut. Awalnya, dia sempat keluar masuk rumah sakit jiwa, LSM Gerak Cepat Bersama yang mendampingi Iwan kemudian berkordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat hingga kemudian di dititipkan ke Yayasan Jamrud Biru Bekasi.

Sri Pujiawati, aktivis LSM Gerak Cepat Bersama mengatakan, Iwan sejatinya bukan gangguan jiwa akibat kecanduan bermain game ponsel. Dia mengalami depresi setelah orangtuanya meninngal dunia.

"Ketika dia baru lulus SMA, dia pernah kerja di Bandung enggak tahu ada masalah apa di tempat itu, setelah itu ketika ada masalah, orangtuanya secara berurutan meninggal, sejak saat itu dia mengalani gangguan jiwa," kata Sri saat dikonfimasi, Kamis (18/7/2019).

Kondisi Iwan yang mengalami gangguan jiwa lalu dirawat oleh pamannya, namun selama itu Iwan dikenal agresif dan kerap mengamuk. Lantas pihak keluarga terpaksa memasungnya.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved