Jumlah Pengangguran di DKI Jakarta Masih Tinggi, Didominasi Lulusan SMK

Pemprov DKI terus berupaya menekan jumlah pengangguran yang menurut BPS DKI sejak bulan Februari hingga Agustus 2018 jumlahnya naik dari 290.120 jadi

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kadisnarkertrans Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (18/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnarkertrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah tak menampik masih tingginya jumlah pengangguran di DKI dan masih didominasi lulusan SMK.

Dia mengatakan Pemprov DKI terus berupaya menekan jumlah pengangguran yang menurut BPS DKI sejak bulan Februari hingga Agustus 2018 jumlahnya naik dari 290.120 jadi 314.840 jiwa atau 8,25 persen.

Satu cara di antaranya menambah jumlah peserta pelatihan di masing-masing pusat pelatihan kerja daerah (PPKD) yang dinaungi Disnarkertrans DKI Jakarta.

"Kita menambah jumlah peserta pelatihan. Dengan cara mengurangi waktu pelatihan, tapi tidak mengurangi kualitas," kata Andri di PPKD Khusus Pengembangan Las di Jakarta Timur, Kamis (18/7/2019).

Bila tahun ini jumlah peserta yang dilatih di masing-masing jumlah PPKD sebanyak 330, Andri menuturkan tahun depan jumlahnya dinaikan jadi sekitar 718 peserta.

Sementara untuk mobile training unit (MTU) yang menggembleng lima angkatan peserta latihan, tahun depan jumlahnya ditambah jadi tujuh atau delapan angkatan.

"Itu naiknya lebih dari 100 persen. Ini upaya kita merespon pasar kerja, menyalurkan tenaga kerja dan mengurangi tingkat pengangguran," ujarnya.

Kejari Titipkan 75 Tersangka Perusuh 21-22 Mei ke Rutan Polres Jakarta Barat

Gagahnya Jetbus Double Decker Adi Putro di GIIAS 2019, Garasinya Bisa Angkut Mobil

Dia optimis pelatihan yang diberikan Pemprov DKI di berbagai bidang kerja dapat meningkatkan kualitas warga DKI dalam persaingan bursa kerja.

Andri mencontohkan 165 peserta kursus las yang selama 75 hari digembleng dan 150 di antaranya sudah direkrut sebagai pegawai oleh PT Kanitra Mitra Jayatama.

"Jadi Alhamdulilah, 100 persen langsung tersalurkan. Bahkan ada perusahaan yang tidak kebagian yang tidak sesuai yang diinginkan," tuturnya.

Sebagai informasi, pelatihan yang diberikan PPKD di antaranya desain grafis, bahasa Jepang, las, tata rias, teknologi mekanik, teknik elektro, teknik otomotif, operator komputer, dan lainnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved