Keluarga Cendana Serahkan Arsip dan Dokumentasi Soeharto

Beberapa perwakilan keluarga yang hadi antara lain Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Tutut Soeharto), Siti Hediati Harijadi dan Mamik Soeharto

Keluarga Cendana Serahkan Arsip dan Dokumentasi Soeharto
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Penyerahan arsip Presiden RI kedua Soeharto secara simbolis oleh Tutut Soeharto kepada Arsip Nasional Republik Indonesia di Gedung ANRI, Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Keluarga besar Cendana menyerahkan arsip dan dokumentasi Presiden RI kedua itu ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penyerahan arsip dan dokumentasi itu dilakukan di ruang Noerhadi Megatsari Gedung C ANRI, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Beberapa perwakilan keluarga yang hadi antara lain Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Tutut Soeharto), Siti Hediati Harijadi (Titiek Soeharto), dan Mamiek Soeharto.

Ketiganya datang sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan mereka pun langsung disambut sejumlah pegawai ANRI.

Acara penyerahan arsip diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Selanjutnya, barulah Tutut Soeharto menandatangani berkas serah terima arsip, dan penyerah arsip secara simbolis.

"Sejumlah dokumen bapak yang telah kami serahkan ke negara setidaknya dapat menjadi bagian penting dari sejarah," kata Tutut.

Jadi Pencetus Bahasa Indonesia, Kemendikbud RI Usulkan M Tabrani Jadi Pahlawan Nasional

Seorang Wanita Terciduk Selundupkan 72 Paruh Burung Rangkong di Bandara Soekarno-Hatta

Febri Hariyadi Penyelamat Persib Kala Ezechiel Absen: Maung Bandung Sering Bikin Gol di Babak Kedua

"Mudah-mudahan dokumen itu bisa menjadi salah satu acuan masyarakat dalam menghadapi realitas sosial budaya yang kompleks seperti saat ini," tambahnya.

Arsip yang diserahkan terdiri dari 19 roll microfilm yang berisi pidato Soeharto, 10 roll microfilm pidato Tien Soeharto beserta naskah pidatonya, 10 roll microfilm kumpulan risalah sidang kabinet periode 1967-1998 dan proklamasi integrasi Balibo 1976 beserta daftarnya.

Selain itu, ada juga satu album foto yang terdiri dari 91 lembar foto yang merekam kegiatan Soeharto berikut compact disc-nya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved