Kisah Hidup Rani Si Petugas PPSU Ancol: Sebatang Kara dan Dua Kali Jadi Korban Tabrak Motor

Lurah Ancol, Rusmin mengaku bangga dengan pekerjaan Rani. Pihaknya bahkan terus mempertahankan pekerjaan Rani sebagai petugas PPSU di wilayahnya.

Kisah Hidup Rani Si Petugas PPSU Ancol: Sebatang Kara dan Dua Kali Jadi Korban Tabrak Motor
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Petugas PPSU Kelurahan Ancol, Rani (51), saat ditemui di kontrakannya, Rabu (17/7/2019). 

Rani ingin membuktikan bahwa meski daun-daun terus berguguran, tekad dan kekuatannya untuk membersihkan jalanan belum gugur.

Pembuktian itu juga dilandasi hasrat bertahan hidup. Di usianya yang sudah tak muda lagi, Rani hidup sebatang kara di sebuah rumah di pinggir rel kereta Kampung Bandan.

Suaminya sudah lama pergi tanpa tanggung jawab, sementara kedua anak laki-lakinya yang kini tinggal di Kemayoran sudah acuh tak acuh kepada dirinya.

"Kalo nggak kerja gimana, yang mau ngasih makan siapa, apalagi badan masih kuat," kata Rani.

Rani sudah bekerja menyapu jalan di sekitaran Ancol selama 9 tahun terakhir.

Dipindah ke lokasi yang lebih aman

Lurah Ancol, Rusmin mengaku bangga dengan pekerjaan Rani. Pihaknya bahkan terus mempertahankan pekerjaan Rani sebagai petugas PPSU di wilayahnya.

"Ibu Rani ini memang sudah lama. Kami sangat bangga, walaupun umurnya sudah tua, tapi semangat bekerja itu tidak hilang, sangat positif kami. Makanya kami mempertahankan beliau," ucap Rusmin.

Setelah ditabrak motor dua kali, pihak Kelurahan Ancol lantas memperhatikan keselamatan Rani.

Rusmin mengatakan, pihaknya memutuskan untuk memindahkan Rani ke Jalan Karang Bolong Raya dengan pertimbangan lokasi yang lebih aman.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved