Kisah Hidup Rani Si Petugas PPSU Ancol: Sebatang Kara dan Dua Kali Jadi Korban Tabrak Motor

Lurah Ancol, Rusmin mengaku bangga dengan pekerjaan Rani. Pihaknya bahkan terus mempertahankan pekerjaan Rani sebagai petugas PPSU di wilayahnya.

Kisah Hidup Rani Si Petugas PPSU Ancol: Sebatang Kara dan Dua Kali Jadi Korban Tabrak Motor
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Petugas PPSU Kelurahan Ancol, Rani (51), saat ditemui di kontrakannya, Rabu (17/7/2019). 

"Satu tahun yang lalu dia di posisi yang zonanya kurang aman dalam artian lalu lintas kendaraannya sangat padat. Kemudian kita pertimbangkan, Ibu Rani kita pindahkan ke zona yang lebih aman supaya pekerjaannya juga aman," tandasnya.

Hidup sebatang kara

Rani (51), petugas PPSU Kelurahan Ancol, tinggal sebatang kara selama bertahun-tahun.

Wanita kelahiran Surabaya itu meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke Jakarta sejak sekitar tahun 2010.

Saat itu, ia ditawari pekerjaan oleh rekan sekampungnya yang tinggal di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Tergiur dengan tawaran itu, Rani akhirnya merantau ke Jakarta bersama suami dan kedua orang anaknya, Gunawan (23) dan Rahmat (19).

Hanya saja, seiring waktu berjalan, problematika kehidupan bertubi-tubi menghampiri hidup Rani.

Awalnya, Rani ditinggal sang suami yang tak bertanggung jawab. Suami Rani pergi dengan alasan mencari wanita lain.

Sementara itu, kedua anaknya juga menjauh dari kehidupan Rani.

Alih-alih tinggal bersama di kontrakan Rani di Ancol, Gunawan dan Rahmat memilih menjauh dan tinggal di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Saya tinggal ngontrak, Rp 300 ribu sebulan. Saya tinggal sendiri," ucap Rani saat ditemui usai menyapu Jalan Karang Bolong Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (17/7/2019).

Ditinggal suami dan rindu anak

Bekerja sebagai petugas PPSU selama 9 tahun membuat Rani paham betul akan pahitnya kehidupan.

Selain hidup sebatang kara, Rani juga sempat menjadi korban tabrak motor sebanyak dua kali dalam 9 tahun.

Di balik ketegarannya, secercah harapan masih menggebu-gebu mengacaukan pikiran Rani sewaktu-waktu.

Harapan itu terkait rasa rindu Rani terhadap kedua buah hatinya yang ia anggap sudah tak perduli lagi dengannya.

13 Wakil Merah Putih Main Hari Ini di 16 Besar Indonesia Open: Jadwal dan Link Live Streaming

Catat! Ini Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini Kamis (18/7/2019)

Polisi Bawa Lemper yang Diduga Meracuni Puluhan Siswa SD ke Lab Sudin Kesehatan Jaksel

Ia berharap anak-anaknya itu bisa meluangkan waktu mereka untuk menyambangi Rani tak hanya sekali, namun berkali-kali.

"Suami pergi sama perempuan lain. Anak dua, di Sumur Batu tapi nggak inget. Nggak pernah nengokin, kalo saya kangen ya saya yang nyamperin. Ketemu kalo nyamperin," kata Rani.

"Harapan ibu kepingin kumpul sama anak saya. Kan namanya udah tua, takutnya ada apa-apa. Kalo ada anak-anak kan enak," imbuh Rani dengan suara bergetar disambut tetesan air mata yang tak bisa ditahannya.

Rani tinggal di sebuah kontrakan berukuran sekitar 3x2 meter di pinggir rel Kampung Bandan, Jalan Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara.

Setiap harinya, ia mesti menempuh jarak sekitar 1 kilometer menuju ke lokasinya menyapu jalan.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved