Kisah Iwan Game, Pasien Gangguan Mental Kecanduan Ponsel Bisa Seharian Gerakkan Tangan

Badan Iwan Setiawan lebih berisi, terawat, tak seperti tiga bulan lalu pas awal datang ke Yayasan Jamrud Biru.

Kisah Iwan Game, Pasien Gangguan Mental Kecanduan Ponsel Bisa Seharian Gerakkan Tangan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Hartono saat mendampingi pasien dengan gangguan jiwa Iwan Game 

Caleg jadi pasien

Dari total 116 pasien di Yayasan Jamrud Biru, mereka berasal dari berbagai daerah.

Tiap-tiap pasien memiliki latar belakang gangguan jiwa berbeda.

Tidak sedikit Yayasan menerima pasien kiriman dari Dinas Sosial yang menemukannya terlantar di jalan.

Di antara para pasien ada calon anggota legislatif yang gagal dapat kursi.

Ada juga mantan narapidana, hingga pelajar korban perundungan yang masih menjalani proses penyembuhan di Yayasan ini.

"Caleg ada satu orang, cuma saya enggak mau dia diekspose karena pihak keluarganya juga enggak berkenan," ungkap Hartono.

"Pasien gangguan jiwa karena masalah keluarga juga ada, mantan napi stres karena dipenjara terus dikirim ke sini juga ada. Macam-macamlah," kata Hartono.

Caleg yang dipastikan gagal lolos menjadi anggota dewan di daerah itu dibawa pihak keluarga dan sebelumnya sempat masuk rumah sakit jiwa.

Ia dari daerah, bukan dari Bekasi dan berkelamin laki-laki.

Kondisi kejiwaan si caleg gagal tersebut kerap tidak stabil.

Hartono mengatakan pasiennya yang satu ini berbicara sendiri dan kadang mengucapkan, "balikin beras saya."

Sementara pasien korban perundungan masih berusia 17 tahun dan jiwanya terganggu karena kerap diejek dan dihina secara fisik dan verbal di sekolah.

"Dulu waktu di sekolah suka dibully, dia enggak kuat sampai akhirnya mentalnya terguncang," jelas dia.

Yayasan Jamrud Biru yang didirikan sejak 2009 ini sudah menyembuhkan banyak pasien.

Sudah 69 pasien sejak 2018 sampai Juli sembuh dan bisa kembali berbaur di masyarakat.

Tiap-tiap pasien menjalani masa pengobatan berbeda.

"Ada yang cuma sebulan udah sembuh, ada yang sampai bertahun-tahun," jelas Hartono.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved