LPSK Bantu Pemulihan Trauma Anak Korban Percabulan di Cibinong

perkara yang dilakukan HI jadi sorotan karena meski Jaksa Kejaksaan Negeri Cibinong menuntut HI dijatuhi hukuman 14 tahun penjara

LPSK Bantu Pemulihan Trauma Anak Korban Percabulan di Cibinong
TribunJakarta/Bima Putra
Wakil ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar di kantor LPSK, Jakarta Timur, Rabu (17/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan bakal membantu pemulihan luka psikologis kepada dua anak korban percabulan HI (42) yang sempat divonis bebas Pengadilan Negeri Cibinong.

Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar mengatakan bantuan pemulihan tersebut diharapkan dapat memulihkan luka psikologis kedua bocah malang itu.

"Kami akan berikan perlindungan fisik, pemenuhan hak prosedural, bantuan psikologis serta pemulihan psikososial, khususnya untuk pendidikan," kata Livia di kantor LPSK, Jakarta Timur, Rabu (17/7/2019).

Pasalnya kedua anak itu harus tersiksa selama bertahun-tahun tanpa dapat melawan HI yang kini divonis Mahkamah Agung (MA) bersalah.

Selain terhadap kedua korban pencabulan HI, Livia mengatakan LPSK juga bakal membantu pemulihan luka psikologis yang dialami keluarga korban.

"Karena itu LPSK siap untuk memberikan bantuan psikologis kepada korban dan keluarganya. Pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga lain untuk memulihkan psikososial korban," ujarnya.

Dia khawatir orang tua anak korban pencabulan HI merasa bersalah karena buah hati mereka jadi korban kejahatan luar biasa.

Livia juga mengapresiasi vonis 11 tahun hukuman penjara yang dijatuhkan MA kepada HI serta memberi sanksi kepada majelis hakim PN Cibinong yang membebaskan HI.

"Kehidupan mereka sangat berubah ditambah juga kekagetan, rasa kaget di mana orang tua menemukan bahwa anaknya sudah bertahun-tahun mengalami kekerasan seksual dari tetangganya ini," tuturnya.

Anya Geraldine Akui Butuh Waktu 1,5 Jam untuk Mandi, Desta Singgung Video hingga Buat Penonton Heboh

Bomber Kalteng Putra Patrich Wanggai Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan di Yogyakarta

Sebagai informasi, perkara yang dilakukan HI jadi sorotan karena meski Jaksa Kejaksaan Negeri Cibinong menuntut HI dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Namun pada 25 Maret 2019 lalu Majelis hakim PN Cibinong justru menyatakan HI tak terbukti melakukan seluruh tuntutan yang disangkakan Jaksa Penuntut Umum.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved