Pembuatan Instalasi Bambu Getih Getah Habiskan Dana Hingga Rp 550 Juta Namun Hanya Bertahan 11 Bulan

Biaya pembuatan serta pemasangan instalasi seni bambu tersebut, menurut Anies, menelan biaya hingga Rp 550 juta

Pembuatan Instalasi Bambu Getih Getah Habiskan Dana Hingga Rp 550 Juta Namun Hanya Bertahan 11 Bulan
Warta Kota/Alex Suban
Instalasi bambu karya Joko Avianto berjudul "Getih Getah Pasukan Majapahit" terpasang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018). Karya seni ini ditopang 73 bambu menandai usia NKRI, menghabiskan 1.500 bambu dengan ketinggian sekitar 20 meter dan lebar 13 meter. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bekas lokasi pemasangan instalasi bambu Getih Getah di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, kini menyisakan rangkaian tanaman.

Instalasi tersebut dibongkar pada Rabu (17/7/2019) malam setelah bertahan selama 11 bulan.

Saat itu Getih Getah dibuat oleh seorang seniman bernama Joko Avianto atas permintaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies menyampaikan keinginannya untuk membuat sebuah karya seni dari material khas Indonesia dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games 2018.

"Jadi bambu adalah salah satu material asli Indonesia yang memiliki keuletan yang luar biasa," kata Anies ketika itu.

Anies kemudian memberikan tantangan kepada Joko untuk bisa membuat karya seni dengan memanfaatkan bambu yang merupakan material khas Indonesia.

"Bikin kami orang Indonesia bangga dengan bambu Indonesia, hari ini kita merasa bangga dengan bambu Indonesia itu," ujar Anies.

Kondisi terkini di kawasan Bundaran HI, tidak tampak adanya instalasi bambu 'Getih Getah' di kawasan itu, Kamis (18/7/2019).
Kondisi terkini di kawasan Bundaran HI, tidak tampak adanya instalasi bambu 'Getih Getah' di kawasan itu, Kamis (18/7/2019). (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Dibuat dengan Biaya Rp 550 Juta

Karya seni ini tak sekadar karya seni biasa. Karya tersebut mempunyai makna dan arti.

Instalasi itu ditopang oleh puluhan pilar-pilar bambu yang tertancap kokoh.

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved