Pemprov DKI Bangun Kolam Pelatihan Las Bawah Air di PPKKPL Condet

Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKKPL) Kramat Jati tahun depan memiliki tempat pelatihan las bawah air.

Pemprov DKI Bangun Kolam Pelatihan Las Bawah Air di PPKKPL Condet
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kadisnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah menyalami peserta kursus las Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis  (18/7/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKKPL) Kramat Jati tahun depan memiliki tempat pelatihan las bawah air.

Kepala PPKKPL Suminarsih Wage mengatakan selama ini pihaknya belum memiliki kolam untuk berlatih diving.

Padahal untuk bisa mengikuti pelatihan las bawah air peserta pelatihan wajib memiliki sertifikat diving, namun selama ini belum banyak yang mengantongi sertifikasi diving.

"Permasalahan kita di lapangan belum banyak yang punya sertifikat diving, dari situ kita buat suatu program sertifikat diving. Jadi kita buatkan kolamnya, sarana yang selama ini belum ada," kata Suminarsih di kantor PPKKPL, Kamis (18/7/2019).

Untuk bisa mengantongi sertifikasi diving, menurut Sumarnasih, butuh waktu satu bulan bagi peserta latihan hingga dinyatakan lulus oleh instruktur.

Nantinya para peserta latihan itu bakal digembleng teknik diving oleh instruktur dari asosiasi Migas, Pertamina, dan sekolah-sekolah diving.

"Untuk 2020 diprogramkan diving dua angkatan, untuk pelatihan. Nanti peserta dapat dua sertifikat. Sertifikat diving, kedua sertifikat dasar las," ujarnya.

Kini, progres pembangunan kolam las bawah air dan kolam diving sudah sampai di tahap pembongkaran aset yang jadi area pelatihan.

Pekan depan, Suminarsih mengatakan proses lelang mencari kontraktor yang bakal membangun kedua kolam tersebut bakal dimulai.

Dia optimis lulusan peserta latihan PPKKPL memilih mutu baik karena memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan dengan sejumlah perusahaan.

"Dari MoU itu perusahaan kita fasilitasi untuk melakukan seleksi. Baik seleksi tertulis maupun praktiknya. Kita fasilitasi, sehingga perusahaan yang kesulitan melakukan seleksi," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved