Sebut Orang yang Membuatnya Dipenjara Menyesal, Ahok: Mereka Pikir Saya Akan Depresi

Ahok Diminta Polisi Terpilih Lagi Jadi Gubernur atau Dipenjara, BTP Menjawab : yang Ngurung Tempo Hari Nyesel

Sebut Orang yang Membuatnya Dipenjara Menyesal, Ahok: Mereka Pikir Saya Akan Depresi
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berada di kediaman Prasetyo Edi Marsudi, Selasa (30/4/2019). 

Tonton Juga:

"Bang kalau abang kita bisa mundurkan jamnya nih menjadi balik, abang dapat gubernur lagi abang mau gak? atau mau disini?," kata Ahok ceritakan pertanyaan dari polisi.

Ahok memilih untuk mendekam di penjara Mako Brimob.

"Jujur saya minta ditahan di mako saja, kenapa?" kata Ahok.

Ahok merasa selama ditahan di Mako Brimob dirinya lebih mendapat pengalaman berharga.

Ahok mengatakan selama ditahan BTP bisa menguasai dirinya sendiri.

"Saya bilang gini, kalau saya jadi gubernur lagi saya hanya menguasai Balaikota 5 tahun lagi, tapi ketika saya di Mako Brimob saya terpaksa belajar menguasai diri saya seumur hidup, bagi saya jauh lebih beruntung, makanya saya bilang yang kurung saya tempo hari itu nyesel aja," kata Ahok.

Menurut Ahok, pihak yang menuntutnya kala itu akan berpikiran bahwa dirinya akan menjadi stres.

"Tau tambah sehat nyesel lho, mereka (pihak yang menuntut re) pikir saya akan depresi kan, tentu Tuhan tolong, mereka harapin saya benturin kepala ke tembok," ucap Ahok.

"Kalau saya mati, digotong keluar pasti mereka bilang bukan mayat Ahok, udah dikubur pun, bukan kuburan Ahok, Ahoknya di Hongkong, udah mati digituin lagi. Keki lu, lebih baik kita sehat kan kalau kaya gitu," imbuh Ahok.

Ahok diketahui divonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. 

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Ahok Ditanya Polisi Pilih Jadi Gubernur atau Dipenjara, BTP Menjawab : yang Kurung Saya Nyesel

Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved