VIDEO Tim WHO Puji Penanganan Penyakit TB di Puskesmas Kramat Jati

dr. Venkatesh Radawar yang termasuk dalam tim WHO memuji program Si Jempol, juru pemantau batuk (Jumantuk), dan Jumantuk Sekolah

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Penanganan penyakit Tuberkulosis (TB) di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur mendapat pujian dari tim World Health Organization (WHO).

Pujian dari organisasi kesehatan dunia itu dilontarkan setelah mendapat penjelasan bagaimana Puskesmas mencegah dan menangani penderita TB hingga sembuh.

dr. Venkatesh Radawar yang termasuk dalam tim WHO memuji program Si Jempol, juru pemantau batuk (Jumantuk), dan Jumantuk Sekolah yang digalakkan Puskesmas.

"Si jempol inovasinya sangat bagus, teman-teman dari Kenya belajar banyak dari program si jempol ini karena punya petugas khusus," kata Venkatesh di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/7/2019).

Venkatesh memuji Si Jempol karena layanan jemput bola yang pengecekan dahak yang diberikan kepada pasien sehingga tak perlu datang ke Puskesmas.

Menurutnya layanan gratis yang diberikan pihak Puskesmas itu membuat warga semakin peduli dengan kesehatannya, khususnya TB yang masih marak.

"Jadi pasien tidak perlu ke Puskesmas lagi. Jadi mereka belajar banyak dari program si jempol ini, hal yang baru," ujarnya sebagaimana diterjemahkan penerjemah.

Dalam kunjungannya, tim WHO tak hanya menerima penjelasan bagaimana Puskesmas Kramat Jati menangani penyakit TB.

LPSK Bantu Pemulihan Trauma Anak Korban Percabulan di Cibinong

Sebut Orang yang Membuatnya Dipenjara Menyesal, Ahok: Mereka Pikir Saya Akan Depresi

Pemkot Jakarta Pusat Ajak PPSU Berlibur di Dufan

Mereka diajak melihat langsung Poli TB yang terletak di bagian belakang Puskesmas, lengkap dengan ruangan khusus untuk membuang dahak.

Tanpa segan, anggota Tim WHO berbincang dengan warga yang mengidap TB di satu saung dan memberi semangat agar rutin berobat hingga sembuh.

"TBC karena obatnya mudah hanya 6 bulan, tapi butuh perjuangan dan yang pastinya gratis, berobat TB di mana aja TBC itu gratis itu kuncinya yang sudah diberikan oleh pemerintah," tutur Kepala Puskesmas Kramat Jati dr Inda Mutiara, MM.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved