Dirut TransJakarta Harap Surat Perizinan Bus Listrik Cepat Selasai

Direktur Utama PT TransJakarta, Agung Wicaksono berharap Pemerintah bisa percepat pengurusan izin terkait Bus Listrik

Dirut TransJakarta Harap Surat Perizinan Bus Listrik Cepat Selasai
TRIBUNJAKARTA.COM/LITA FEBRIANI
Bus listrik Transjakarta, Monas, Minggu (19/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Direktur Utama PT TransJakarta, Agung Wicaksono berharap Pemerintah bisa percepat pengurusan izin terkait Bus Listrik.

Sejumlah tiga bus listrik kini sudah melakukan pra uji coba di Jakarta. Pada libur Lebaran, bus listrik sudah melakukan pra uji coba di tiga wilayah yakni Ancol, Monas dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Rupanya, dari tiga bus listrik yang tersedia, baru satu bus listrik yang mendapatkan sertifikat uji tipe dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

"Saat ini dari tiga bus listrik, satu bus listrik Mobil Anak Bangsa (MAB) sudah mendapatkan sertifikat uji tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan dan sudah lulus, sisanya sedang proses sejak Senin kemarin," ujar Agung di Kantor PT TransJakarta, Makasar, Jakarta Timur pada Jumat (19/7/2019).

Ia mengatakan dua bus listrik masih perlu melalui proses lainnya seperti pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di Kepolisian, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan lain sebagainya.

VIDEO Tolak Pemisahan Parkir Pria dan Wanita, Sejumlah Warga Depok Sambangi Kantor DPRD

Terkait hal tersebut, dirinya menyinggung Pemerintah untuk lebih bersinergi dengan Kementerian Perhubungan agar proses pengurusan izin dapat segera selesai dalam waktu yang cepat.

"Ini yang kami harapkan ada Perpres atau peraturan di tingkat Pusat untuk berbagai Kementerian ini bisa lebih bersinergi, lebih confidance atau lebih cepat untuk memberikan izin-izin," lanjut dia.

Nantinya pihak PT TransJakarta juga akan menambah armada bus listrik lainnya. Hanya saja prosesnya baru sampai pada melihat dan menyeleksi lagi pabrikan maupun vendor-vendor yang ada. Sebab vendor yang datang di nilai cukup banyak yang datang ke PT Transjakarta.

Menerima dan menyeleksi vendor dari luar merupakan bagian dari fase awal PT TransJakarta untuk menyediakan bus listrik. Sebab diakui Agung jika menunggu MAB dirasa tidak sanggup untuk memenuhi kuota 10 bus listrik yang diinstruksikan Pemprov DKI Jakarta.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved