Laku Terjual, Hingga Kini Rumah Mewah Bekas Pembunuhan di Pulomas Belum Ditempati

Pemilik baru rumah mewah bekas perampokan dan pembunuhan di Pulomas hingga kini belum menempati rumah tersebut.

Laku Terjual, Hingga Kini Rumah Mewah Bekas Pembunuhan di Pulomas Belum Ditempati
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Warjo, Sekertariat RW 14 di Komplek Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG- Pemilik baru rumah mewah bekas perampokan dan pembunuhan di Pulomas hingga kini belum menempati rumah tersebut.

Rumah mewah milik Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur sempat viral pada Desember 2016 akibat perampokan dan pembunuhan yang terjadi.

Kondisi terkini rumah mewah milik Dodi Triono yang menjadi lokasi perampokan sekaligus pembunuhan di akhir tahun 2016, Selasa (18/6/2019)
Kondisi terkini rumah mewah milik Dodi Triono yang menjadi lokasi perampokan sekaligus pembunuhan di akhir tahun 2016, Selasa (18/6/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Sebanyak 11 orang mengalami penyekapan di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter dan menyebabkan enam orang tewas termasuk Dodi sang pengusaha properti beserta kedua putrinya.

Setelah kejadian, rumah tersebut dijual dan sekitar April 2019 rumah tersebut akhirnya laku terjual.

Meskipun sudah laku terjual, hingga kini pemilik rumah sama sekali belum menampakan batang hidungnya sama sekali.

Hal ini diceritakan Seketrariat RW 14, Warjo (39). Saat dihubungi Warjo menegaskan belum pernah sekalipun didatangi pemilik rumah. Bahkan rumah tersebut belum ditempati.

"Sampai sekarang masih kosong. Paling ada yang bersihin aja. Kalau itu kan dari dulu juga ada. Ya cuma datangnya enggak tentu, kadang dua hari sekali. Bahkan perwakilan rumah aja belum menemui saya buat lapor RT RW," ujarnya saat dihubungi, Jumat (19/7/2019).

Diketahui sebelumnya, salah satu perwakilan pemilik rumah sempat mencari Warjo untuk menanyakan PBB pada pertengahan bulan lalu. Namun saat itu, Warjo sedang tidak berada di kantor sekertariat dan sampai saat ini perwakilan rumah belum lagi mendatangi sekertariat RW.

Gaji Tak Cukup untuk Beli Narkoba, Karyawan Swasta Nyambi Jadi Pengedar

5 Wakil Merah Putih di 8 Besar Indonesia Open: Prediksi dan Peluang Lolos Besar, Live Streaming

Keluarkan Senjata Api Saat Digeledah, Polisi Tembak 2 Laki-laki di Tangerang

"Terakhir itu yang bulan lalu saya dicari tapi enggak ketemu. Saya tunggu sampai sekarang malahan belum muncul juga. Saya lewat rumahnya kan tiap hari juga engga ada aktivitas ada orang di dalam," lanjutnya.

Hingga kini Warjo masih menunggu pemilik rumah yang baru di sekertariat RW. Sebab pemilik rumah harus lapor diri terlebih dulu jika menempati daerah tersebut. Agar bila terjadi sesuatu, pihak RT maupun RW mengatahui identitas lengkap sang pemilik.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved