Rumah Mewah Bekas Pembunuhan Belum Ditempati, Sekretaris RW Bingung Tagih IPL

Besaran nominal IPL perbulannya ialah Rp 450 ribu. IPL akan ditagih Warjo pada awal bulan atau ditanggal muda.

Rumah Mewah Bekas Pembunuhan Belum Ditempati, Sekretaris RW Bingung Tagih IPL
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Warjo, Sekertariat RW 14 di Komplek Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Tak kunjung dihuni pemilik baru, Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) rumah mewah di  nunggak.

Pada April lalu, rumah mewah bekas perampokan dan pembunuhan milik Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur akhirnya laku terjual.

Namun hingga kini, pemilik rumah baru tak kunjung menempati rumah tersebut. Sekretaris RW setempat, Warjo (39) mengatakan kebingungan terkait penagihan IPL pembayaran sampah dan petugas keamanan.

Menurutnya sejak bulan Mei perwakilan dari keluarga Dodi sudah tidak lagi bertanggung jawab terhadap IPL.

"Dari Mei sampai sekarang IPL masih nunggak. Jadi pas bulan Mei saya tagih ke perwakilan Pak Dodi yang biasa ngasih IPL katanya suruh minta sama pemilik yang baru. Tapi kan posisinya rumah belum ditempatin jadi saya bingung juga mau nagih kemana," ungkapnya saat dihubungi, Jumat (19/7/2019).

Besaran nominal IPL perbulannya ialah Rp 450 ribu. IPL akan ditagih Warjo pada awal bulan atau ditanggal muda.

Terhitung sejak Mei sampai Juli, jumlah tunggakan dari pemilik baru sudah mencapai Rp 1.350.000. Jumlah inu masih akan bertambah jika sang pemilik tidak kunjung membayar biaya IPL.

"Sekarang kwitansinya masih sama saya. Karena memang posisinya tiap kali saya lewat belum ada yang nempatin jadi enggak tahu mau nagih kemana. Begitu pemiliknya datang nanti saya langsung tagih juga IPLnya. Karena ini sudah menumpuk tiga bulan," lanjut dia.

Satu orang Jemaah Calon Haji Asal Jawa Barat Meninggal Dunia di Mekah

Koarmada I Ringkus 2 Perwira TNI AL Gadungan: Tipu Warga Rp 1,5 Miliar

5 Wakil Merah Putih di 8 Besar Indonesia Open: Prediksi dan Peluang Lolos Besar, Live Streaming

Diwartakan sebelumnya pada Desember 2016, rumah pengusaha properti itu menjadi tempat perampokan dan pembunuhan.

Sebanyak 11 orang mengalami penyekapan di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Akibat kejadian tersebut, enam orang termasuk Dodi dan dua putrinya meninggal dunia.

Setelah kejadian tersebut, rumah mewah itu dijual dan berselang tiga tahun kemudian baru laku terjual.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved