Sesalkan Grasi Neil Bantleman, Kuasa Hukum Keluarga Korban Pelecehan Seksual JIS Surati Jokowi

Kuasa hukum keluarga korban pelecehan seksual mantan guru JIS Neil Bantleman, Tommy Sihotang menyesalkan grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo.

Sesalkan Grasi Neil Bantleman, Kuasa Hukum Keluarga Korban Pelecehan Seksual JIS Surati Jokowi
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kuasa hukum keluarga korban pelecehan seksual oleh mantan guru JIS Neil Bantleman, Tommy Sihotang, saat ditemui di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIA BUDI - Kuasa hukum keluarga korban pelecehan seksual mantan guru Jakarta Intercultural School (JIS) Neil Bantleman, Tommy Sihotang menyesalkan grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada pria asal Kanada tersebut.

Tommy pun mengaku sudah berkirim surat ke Presiden Jokowi.

Ia meminta Presiden untuk melakukan mediasi antara kliennya dengan pihak JIS yang mempekerjakan Neil.

Permintaan mediasi itu, jelas dia, adalah untuk menyelesaikan ganti rugi yang diajukan keluarga korban.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Dengan dikabulkannya grasi itu justru semakin menguatkan gugatan kita karena syarat grasi itu adalah mengakui kesalahannya," kata Tommy saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

"Mediasi sudah selesai dan gagal, sekarang masuk ke substansi jawaban," tambahnya.

Arswendo Atmowiloto di Mata Putrinya: Selalu Ketawa dan Penuh Humor

Sinergi Layanan Publik Akan Diluncurkan di 3 Mall di Jakarta Utara

Menurutnya, jika Neil dibebaskan namun tidak ada ganti rugi, maka pihak korban yang sangat dirugikan.

"Tindakan memberikan grasi, sekalipun itu wewenangnya, tapi harus diakui itu sangat menyakitkan korban dan keluarga," tutur Tommy.

Sebelumnya, Neil Bantleman dinyatakan bebas setelah mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13/G tahun 2019 tanggal 19 Juni 2019.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved