Tawuran Antarremaja Terjadi di Rel Kereta Manggarai, Lurah: Warga Pegangsaan Mulai Duluan

Menurut Lurah Manggarai, Budi Santoso, pemicu terjadinya tawuran lantaran berawal dari adanya saling lempar batu.

Tawuran Antarremaja Terjadi di Rel Kereta Manggarai, Lurah: Warga Pegangsaan Mulai Duluan
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Tawuran antar remaja terjadi di atas terowongan rel Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Selama dua hari berturut-turut tawuran antarremaja tanggung meletus di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Tawuran itu pecah pada hari Senin (15/7/2019) dan Selasa (16/7/2019) sore.

Pertikaian antar remaja di Manggarai itu turut menyedot perhatian warganet di jagat maya lantaran beberapa rekaman video itu diunggah ke berbagai akun Instagram.

Menurut Lurah Manggarai, Budi Santoso, pemicu terjadinya tawuran lantaran berawal dari adanya saling lempar batu.

"Kalau hasil pertemuan, warga dari Pegangsaan itu yang mulai duluan ke kita, kan berarti menantang ya," ujarnya kepada TribunJakarta.com di Kantor Lurah pada Kamis (18/7/2019).

Budi melanjutkan, anak-anak muda di Manggarai kerapkali mudah terpancing tawuran saat diusik oleh warga lain, khususnya di wilayah perbatasan, Menteng dan Setiabudi.

"Saya tekankan memang anak-anak muda kita kalau enggak diganggu enggak bakalan mulai. Anak kami jangan diganggu aja," lanjutnya.

Tawuran yang selalu terjadi di kawasan Manggarai bukan hanya berasal dari warganya saja melainkan warga lain di perbatasan antara Menteng dan Setiabudi.

5 Wakil Merah Putih di 8 Besar Indonesia Open: Prediksi dan Peluang Lolos Besar, Live Streaming

PT KAI Rencanakan Bangun Skybridge Penghubung Terminal Poris dengan Stasiun Poris Tangerang

Febri Hariyadi Penyelamat Persib Kala Ezechiel Absen: Maung Bandung Sering Bikin Gol di Babak Kedua

"Manggarai kan bisa jadi hanya arenanya saja, bisa jadi tiga wilayah (Menteng, Setiabudi, Tebet) yang terlibat. Tapi mindset warga Manggarai tawuran itu selalu melekat pada orang-orang," ungkapnya.

Pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang terlibat tawuran dinilainya efektif meredam aksi itu.

"Kalau tertangkap tawuran lagi, benar kita cabut KJP-nya, biar nangis ke orangtuanya," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved