Breaking News:

Tipu Korban Hingga Dapat Rp 1,5 M, 2 TNI Gadungan Mengaku Berpangkat Laksamana dan Kapten

"Dia melakukan penipuan. Bisnis-bisnis gitu. Dia main bisnis jual beli barang, proyek-proyek gitu," kata Fajar

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
Dok. Dispen Koarmada I
Kedua TNI AL gadungan yang ditangkap Denintel Koarmada I 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK- Detasemen Intelijen (Denintel) Koarmada I menangkap dua orang TNI AL gadungan yang melakukan aksi penipuan terhadap warga di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kedua pelaku, Warsito (54) dan Rochiq (52), mengaku sebagai perwira TNI saat menipu korbannya hingga mendapatkan uang Rp 1,5 miliar.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I, Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi menyatakan, uang itu didapatkan setelah pelaku menipu korbannya pada bisnis dan proyek tertentu.

"Dia melakukan penipuan. Bisnis-bisnis gitu. Dia main bisnis jual beli barang, proyek-proyek gitu," kata Fajar saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Jumat (19/7/2019).

Saat melakukan penipuan, kedua pelaku berpura-pura menjadi perwira TNI dengan pangkat yang berbeda.

Warsito mengaku sebagai Laksamana Suryo Darsono, sementara Rochiq mengaku sebagai Kapten TNI AL.

Fajar mengatakan, laporan terkait adanya anggota TNI gadungan itu didapatkan dari salah satu korban, Bunawan yang merugi hingga milyaran rupiah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Denintel Koarmada I mengajak kedua pelaku bertemu di sebuah rumah makan di kawasan Sunter.

"Tapi setelah Anggota Denintel Koarmada I menanyakan kartu tanda anggota dan satuan kerja pelaku, kedua pelaku terlihat gugup dan tidak bisa menujukkan identitas TNI," ucap Fajar.

Rio Haryanto Merasa Senang Jadi Pembeli Pertama Toyota CHR Hybrid

Sempat Dilaporkan ke Polisi, Kasus Rius Vernandes Vs Sekarga Garuda Berujung Perjanjian Damai

 

Setelah diinterogasi, Warsito akhirnya mengaku kalau ia hanya seorang pekerja swasta, sementara Rochiq adalah seorang wiraswasta.

"Selanjutnya kedua pelaku diserahkan ke Pomal Lantamal III untuk proses lanjut ke pihak Kepolisian," tandas Fajar.

Sementara ini, belum diketahui kepolisian mana yang menangani kasus ini, sehingga motif kedua pelaku melakukan penipuan itu juga belum dapat diketahui.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved