Tolak Pemisahan Parkir Pria dan Wanita, Kelompok Warga Cinta Depok Sambangi Kantor DPRD

Antarini bahkan mengatakan, Kota Depok yang dahulu memiliki citra kota yang nyaman untuk tempat tinggal, multikuktural, kini hanya tinggal kenangan.

Tayang:
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Antarini Arna anggota kelompok warga cinta Kota Depok ketika dijumpai di Kantor DPRD Depok, Jumat (19/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Siang ini sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok warga cinta Kota Depok, menyambangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok.

Bukan tanpa tujuan, maksud dan tujuan kelompok warga tersebut menyambangi Kantor DPRD adalah untuk berdialog perihal sejumlah persoalan yang ada di Kota Depok, khususnya masalah intoleransi.

Antarini Arna satu dari sejumlah anggota kelompok tersebut mengatakan, belakangan ini pihaknya banyak menemukan tanda-tanda segregasi dan intoleransi yang semakin kental di Kota Depok.

"Kami ini kelompok warga cinta Depok, jadi belakangan tuh kami melihat banyak sekali penanda-penanda segregasi dan intoleransi di Kota Depok," kata Antarini di Kantor DPRD Kota Depok, Cilodong, Jumat (19/7/2019).

Antarini bahkan mengatakan, Kota Depok yang dahulu memiliki citra kota yang nyaman untuk tempat tinggal, multikuktural, kini hanya tinggal kenangan.

"Depok yang dulu citranya enak untuk jadi tempat tinggal, multikultural, ternyata belakangan ini punya citra kota yang intoleran. Jadi banyak sekali orang yg takut masuk ke Kota Depok.

Rio Haryanto Merasa Senang Jadi Pembeli Pertama Toyota CHR Hybrid

Dihukum Komdis PSSI Akibat Pelemparan Botol, Ketum The Jakmania Sesalkan Perilaku Anggotanya

Laku Terjual, Hingga Kini Rumah Mewah Bekas Pembunuhan di Pulomas Belum Ditempati

Sebagai contoh, Antarini menggunakan kasus pemisahan parkir perempuan dan laki-laki disejumlah dawerah yang beberapa waktu lalu sempat viral.

"Nah kami menggunakan kasus segregasi di tempat Parkir RSUD, untuk menjadi salah satu contoh kasus agar para pemimpin Kota Depok ini aware, bahwa kalau itu dibiarkan nanti akan terjadi segregasi dimana," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved