Berdayakan Remaja, Dinilai Sebagai Salah Satu Kunci Cegah Tawuran di Manggarai

Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 005 Oma Maryono mengatakan pemberdayaan remaja harus dilakukan demi mencegah terjadinya tawuran

Berdayakan Remaja, Dinilai Sebagai Salah Satu Kunci Cegah Tawuran di Manggarai
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Tawuran antar remaja terjadi di atas terowongan rel Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Salah satu upaya untuk mencegah tawuran di kawasan Manggarai melalui pemberdayaan kalangan remaja.

Para remaja di permukiman padat penduduk itu seharusnya diberikan kesibukan yang bisa menghasilkan.

Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 005 Oma Maryono mengatakan pemberdayaan remaja harus dilakukan demi mencegah terjadinya tawuran.

"Waktu tahun 2015 sudah ada lapangan pekerjaan di tempat pencucian motor kepada remaja RW 007 dan RW 009. Itu kemajuan bisa meredam tawuran waktu itu," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Sabtu (20/7/2019).

Di RW 005 Manggarai, lanjut Oma, hampir semua remaja bersekolah.

Redaktur Sastra Kompas Ungkap Cerpen Terakhir Arswendo Sebelum Wafat: Banyak Bicara Ketuhanan

Sungai Cileungsi Mulai Menghitam dan Timbulkan Bau Tidak Sedap saat Kemarau

Namun, tidak adanya kegiatan di luar sekolah yang menyebabkan mereka turut terlibat tawuran.

"Remaja-remaja di sini sebenarnya bersekolah juga. Tapi karena mereka diajak warga lain akhirnya jadi gabungan untuk tawuran," lanjutnya.

Lurah Manggarai, Budi Santoso menambahkan pihaknya siap untuk menampung para remaja yang membutuhkan kerja.

"Mau nya apa? Misal kalau mau kerja, kita bisa rekrut untuk jadi PPSU. Tapi tetap harus profesional. Ini kan masalah perut ya, kasih kesibukan dan penghasilan, mudah-mudahan tak terjadi lagi," tambahnya.

Sementara itu, warga Manggarai, Aldi mengatakan banyaknya pengangguran di wilayahnya menyebabkan para remaja hingga anak muda tawuran.

"Banyak pengangguran di sini, mungkin menghilangkan stresnya mungkin dengan tawuran," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved